detikNews
Kamis 19 September 2019, 15:12 WIB

Jokowi Minta Aparat yang Tak Bisa Atasi Karhutla Dicopot, Ini Kata KSAD

Usman Hadi - detikNews
Jokowi Minta Aparat yang Tak Bisa Atasi Karhutla Dicopot, Ini Kata KSAD KSAD Jenderal Andika Perkasa di TMP Kusumanegara, Yogyakarta, Kamis (19/9/2019). (Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Presiden Jokowi meminta pucuk pimpinan TNI dan Polri mencopot jajarannya yang tak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Bagaimana tanggapan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa?

Ditemui wartawan seusai ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Andika tak bisa berkomentar banyak. Ia hanya menyebut seluruh jajaran TNI di lokasi sedang bekerja keras untuk memadamkan api.


"Wah, kalau itu (perihal sanksi kepada yang gagal memadamkan api) saya tidak tahu, tidak tahu. Tapi yang jelas semua sudah berusaha maksimal, Mas. Semua di wilayah nggak ada yang tidak serius, semua berusaha keras," katanya, Kamis (19/9/2019).

"Tapi memang api kan sudah telanjur ya, sudah telanjur meluas. Ya sekarang ini, menurut saya, fokusnya adalah bagaimana membuat api itu kemudian padam," sambungnya.


Terlepas dari persoalan sanksi ke jajarannya, Andika menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Dalam penanganan karhutla ini, pihaknya bekerja sama dengan Polri.

"Memang salah satu tugas (aparat) bagaimana harus ada pelajaran bagi mereka yang memang kemudian terbukti membakar (hutan dan lahan), ya memang harus ada proses hukum. Itu (penindakan) pasti akan terus dilakukan, Mas," pungkas Andika.




Tonton juga 'Mendagri soal Karhutla: Kepala Daerah Jangan Lindungi Korporasi yang Disanksi':

[Gambas:Video 20detik]





(ush/rih)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com