detikNews
Selasa 17 September 2019, 20:15 WIB

Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Hanya Cukup Hingga Awal Oktober

Pradito Rida Pertana - detikNews
Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Hanya Cukup Hingga Awal Oktober Warga Tepus, Gunungkidul memanfaatkan rembesan air dari pohon beringin demi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, Selasa (17/9/2019). -- Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mengaku hanya mampu melakukan dropping air hingga awal Oktober 2019. Hal itu menyusul menipisnya anggaran BPBD.

"Kami masih punya anggaran untuk dropping sekitar 400 tangki, tapi diperkirakan anggaran itu saat awal Oktober sudah habis. Jadi kita tinggal mengandalkan bantuan dari pihak swasta," ujar Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/9/2019).


Menyikapi masalah tersebut, Edy mengaku akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor terkait masalah kekeringan di Gunungkidul pada Rabu (18/9). Menurutnya, hasil rapat besok untuk menentukan langkah yang diambil terkait kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul.

"Besok baru akan rapat koordinasi kekeringan dengan kecamatan, PDAM, PU, nanti kita akan lihat seperti apa data yang ada di tiap kecamatan. Nantinya tiap kecamatan akan lakukan paparan, terus kita lihat juga usulan kecamatan itu apa, hasilnya nanti dijadikan kesimpulan untuk meningkatkan status atau untuk meminta bantuan yang lainnya, kita lihat besok," ujarnya.

Edy melanjutkan, saat ini wilayah yang terdampak kekeringan di Gunungkidul, khususnya kecamatan yang memerlukan bantuan air bersih berjumlah 14 kecamatan. Dari 14 kecamatan itu, Edy menyebut ada 135.696 warga yang terdampak kekeringan.

"Yang berkaitan dengan air bersih ada 14 Kecamatan, paling parah atau paling banyak mengajukan dropping air seperti Kecamatan Girisubo, Kecamatan Rongkop, Kecamatan Panggang dan Kecamatan Tepus," katanya.

"Kalau kecamatan yang tidak mengajukan permohonan bantuan air bersih seperti Kecamatan Wonosari, Playen, Karangmojo dan Saptosari," imbuh Edy.



Simak juga video "Waduk Pacal Surut, Lahan Pertanian di 4 Kecamatan Kekeringan":

[Gambas:Video 20detik]


(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com