detikNews
Rabu 11 September 2019, 15:13 WIB

4 Orang Jadi Tersangka Penyelewengan Banprov di Kendal dan Pekalongan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
4 Orang Jadi Tersangka Penyelewengan Banprov di Kendal dan Pekalongan (Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono)
Jakarta - Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah di Kabupaten Kendal dan Pekalongan. Tersangka merupakan pejabat pembuat komitmen di dinas Pendidikan dan pihak swasta.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana, mengatakan setidaknya 50 orang saksi sudah dimintai keterangan. Setelah itu Kejati Jateng akhirnya menetapkan 4 tersangka.

"Di Kabupaten Kendal inisial S selaku pejabat pembuat komitmen dan CE selaku Direktur Airmas Sinergi Informatika. Di Kabupaten Pekalongan tersangka juga berinisial S selaku pejabat pembuat komitmen dan SMS selaku presedir PT Astragraphia Xprins," kata Ketut di kantornya, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (11/9/2019).


Ia mengatakan dua orang berinisial S itu merupakan orang dari Dinas Pendidikan dari Kabupaten Kendal dan Pekalongan. Ketut tidak menyebutkan jabatan struktural mereka. "Jabatannya pejabat pembuat komitmen, pejabat dalam kontrak, bukan struktural," pungkasnya.

Ketut menjelaskan modus yang dilakukan di dua Kabupaten tersebut hampir sama yaitu kontrak dibuat bulan April tahun 2018 atau sebelum APBD perubahan disahkan. Kemudian Banprov digunakan untuk bantuan Laptop ke sekolahan dengan memberikan spesifikasi yang tidak sesuai dan markup harga.

"Ada spesifiklasi yang tidak sesuai dengan yang dibeli, ada kemahalan harga, markup," jelasnya.


Di Kendal pengadaan laptop dari Banprov Jateng 2018 itu sebanyak 854 unit dengan anggaran Rp 8,9 miliar, kemudian di Pekalongan 897 unit dengan anggaran Rp,9,8 miliar.

"Laptop itu untuk kepentingan kepala sekolah. Tapi ada yang tidak mengajukan bantuan laptop tiba-tiba dikasih," pungkasnya.


Kerugian negara sebelumnya diperkirakan Rp 7,5 miliar namun hingga saat ini tambah menjadi sekitar Rp 8 miliar. Penyelidikan masih berlanjut dan hingga kini sudah ada 50 saksi diperiksa. Kejati Jateng juga melayangkan surat pemanggilan kepada banggar dari eksekutif maupun legislatif untuk dimintai keterangan.

"Kita akan panggil banggar eksekutif dan legislatif," tegasnya.

Ketut juga yakin tersangka bisa saja bertambah, namun pihaknya meminta agar bersabar karena proses masih berlanjut termasuk mencari siapa yang paling bertanggungjawab. "Saya yakin akan ada penambahan tersangka," katanya.



Tonton juga video Kasus Suap Praperadilan: Bupati Divonis 3 Tahun, Hakim 4 Tahun:

[Gambas:Video 20detik]


(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com