detikNews
Selasa 10 September 2019, 14:24 WIB

Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul

Aris Arianto - detikNews
Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul Desa di dasar Waduk Gajah Mungkur kembali muncul. -- Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri - Saat puncak kemarau, volume Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri menyusut. Hal ini membuat bekas bangunan warga di desa yang dulu ditenggelamkan, kini muncul kembali.

Bekas bangunan yang terlihat muncul misalnya sumur, kamar mandi, pondasi rumah, atau tungku kayu. Sementara infrastruktur yang terlihat lantaran air menyusut adalah bekas jembatan kereta api dan jalur lama penghubung antardesa.
Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul Desa di dasar Waduk Gajah Mungkur kembali muncul. -- Foto: Aris Arianto/detikcom

Kemunculan bekas bangunan itu tersebar di Kecamatan Nguntoronadi, Baturetno, Wuryantoro, Eromoko, maupun Wonogiri. Kemunculan hanya terjadi saat kemarau mencapai puncaknya.

"Selain masa itu, bekas peninggalan warga yang bertransmigrasi itu akan tenggelam," kata Kabag Humas Pemkab Wonogiri, Haryanto, Selasa (10/9/2019).


Untuk informasi, pembangunan WGM memakan waktu selama lima tahun. Terhitung sejak 1976 hingga 1981.
Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul Bekas jembatan kereta api yang kembali terlihat. -- Foto: Aris Arianto/detikcom

Luas genangan WGM lebih dari 8.800 hektare. Untuk membentuk genangan seluas itu daerah yang harus ditenggelamkan sekitar 90 kilometer persegi. Terdiri atas 51 desa di 7 buah kecamatan waktu itu.


Sedangkan total penduduk yang sebelumnya menempati desa tersebut adalah 12.525 kepala keluarga (KK) atau 68.778 jiwa. Sebagian besar warga saat itu mengikuti program pemerintah bernama 'bedol desa' untuk bertransmigrasi di di berbagai daerah di Sumatera.
Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul Bekas bangunan milik warga. -- Foto: Aris Arianto/detikcom

Lokasi tujuan para transmigran diantaranya Sitiung (Sumatera Barat), Jujuhan, Rimbo Bujang dan Alai Ilir, serta Peminang di Jambi. Selanjutnya Air Lais, Sebelar, Katahun, Ipuh (Bengkulu) dan Panggang, Baturaja (Sumatera Selatan).




Simak juga video Kemarau Panjang, Debit Air Sungai di Jakarta Surut:

[Gambas:Video 20detik]


Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul

(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com