Cerita Warga di Jepara, Mandi Sehari Sekali Akibat Kekeringan

Cerita Warga di Jepara, Mandi Sehari Sekali Akibat Kekeringan

Wikha Setiawan - detikNews
Selasa, 10 Sep 2019 13:10 WIB
Warga di Jepara mendapat bantuan air bersih. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Warga di Jepara mendapat bantuan air bersih. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Musim kemarau di Jawa Tengah menyebabkan sejumlah daerah termasuk Kabupaten Jepara dilanda kekeringan. Warga Kabupaten Jepara bercerita harus mandi sekali dalam sehari demi menghemat air.

Kondisi paling parah dialami warga yang tinggal di kawasan pesisir. Mereka terpaksamembeli air seharga Rp 4000 per jeriken. Sedangkan dalam sehari, per keluarga membutuhkan tiga sampai lima jeriken.

Salah seorang warga Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Sumaryono (45) mengatakan bahwa minimnya air bersih sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Selain sumur kering, air PDAM juga tidak mengalir.

"Juli lalu sumur masih ada sumber air, tapi jelang akhir sampai Agustus semakin parah," katanya saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Selasa (10/9/2019).


"Kalau mandi sekali sehari. Ini sejak akhir Agustus sampai sekarang. Ya, karena airnya dibagi-bagi dengan keperluan lain," lanjutnya.

Diwawancara terpisah, warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Wagiman (50) bercerita hal serupa.

"Biasanya saya pakai air PAM, tapi sejak Agustus pertengahan sudah sulit sekali," tuturnya kepada wartawan di pos kamling dekat rumahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air, dia harus membeli air jiriken Rp 4000.

"Dalam sehari bisa butuh tiga sampai lima jiriken. Tinggal dikalikan jadi berapa uangnya," kata Wagiman.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor isdiyanto mencatat ada sekitar sembilan desa yang mengalami kekurangan air bersih saat ini.

Sembilan desa tersebut yakni Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Belimbing Rejo Kecamatan Nalumsari, Desa Kunir dan Jlegong Kecamatan Keling, Desa Karangaji dan Kedungmalang Kecamatan Kedung, Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan, Desa Pendem Kecamatan Kembang, serta Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji.

Hingga saat ini, BPBD Jepara mencatat ada 600.000 liter air bersih yang disalurkan ke warga.

"Diperkiraan musim kemarau hingga bulan Oktober, maka kebutuhan droping air bisa mencapai tiga juta liter. Lantaran, setiap minggu pasti ada tambahan desa yang terdampak kemarau," tandas dia. (skm/skm)