Istri Satpol PP Tewas Kesetrum Diangkat Jadi Pegawai di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 15:31 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Bupati Bantul Suharsono memberi rekomendasi kepada Tika Supranowo (26) untuk menjadi pekerja harian lepas (PHL) di Satpol PP Bantul. Hal itu karena suaminya, Ardi Suryo Nugroho (30), meninggal dunia akibat tersengat listrik saat menurunkan baliho di Kecamatan Banguntapan.

Suharsono mengatakan insiden yang terjadi pada Selasa (3/9/2019) itu membuatnya mengambil keputusan mengangkat Tika menjadi PHL di Satpol PP Bantul. Terlebih, sepeninggal Ardi, Tika belum memiliki pekerjaan tetap untuk menghidupi anak perempuannya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).

"Karena itu, istri korban (Ardi) sementara kami angkat jadi PHL di Satpol PP hingga bulan Desember," katanya di sela-sela penyerahan klaim jaminan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan kepada Tika di kantor Bupati Kabupaten Bantul, Kecamatan Bantul, Senin (9/9/2019).




Menurut Suharsono, Tika menjadi PHL di Satpol PP untuk melanjutkan kontrak kerja Ardi yang berakhir pada Desember. Setelah kontrak itu selesai, Suharsono mengaku, akan mengangkat Tika menjadi PHL di kecamatan terdekat dengan tempat tinggalnya saat ini.

"Jadi sampai Desember jadi PHL di Satpol PP (Kabupaten Bantul), dan mulai Januari (Tika) akan pindah ke kecamatan dekat rumahnya (Kecamatan Banguntapan)," ujar Harsono.

Sementara itu, Tika menyambut baik keputusan Suharsono karena selama ini Tika tidak memiliki penghasilan tetap.

"Yang jelas, terima kasih sekali sudah dibantu dan insyaallah saya siap (menjadi PHL di Satpol PP Bantul). Karena selama ini saya tidak bekerja," ucapnya saat ditemui di kantor Bupati Kabupaten Bantul, Kecamatan Bantul, Senin (9/9/2019).



Perlu diketahui, selain diangkat menjadi PHL di Satpol PP Bantul, Tika menerima klaim jaminan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan sejumlah Rp 111 juta. Jumlah tersebut terdiri atas santunan kematian Rp 91,2 juta, beasiswa anak Rp 12 juta, biaya pemakaman Rp 3 juta, dan santunan sekaligus Rp 4,8 juta.

Sebelumnya, seorang anggota Satpol PP Kabupaten Bantul tewas tersengat listrik saat menurunkan baliho di Jalan Pleret, Dusun Surodinagan, Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan. Sedangkan satu anggota Satpol PP lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar akibat tersengat listrik.




Simak juga video Kata Warga soal Tempat Kos Kotak 2x1 yang Digerebek Satpol PP:

[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)