detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 18:12 WIB

140 Ha Sawah Kering, Petani di Kudus-Pati Minta Air Bendungan Logung

Akrom Hazami - detikNews
140 Ha Sawah Kering, Petani di Kudus-Pati Minta Air Bendungan Logung Petani asal perbatasan Kudus-Pati berharap suplai air dari Bendungan Logung. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Musim kemarau berdampak pada lahan sawah di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kudus, dan Desa Jambean, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Petani asal daerah perbatasan dua kabupaten ini berharap suplai air dari Bendungan Logung.

Mereka mengutarakan keinginannya dengan mendatangi Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral UPT Wilayah I Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

"Kemarin memang dari Dinas Pengairan melalui Bendungan Logung sudah mengaliri di lahan sawah kami. Kemarin sudah dua kali. Namun ini memang kondisinya sangat membutuhkan air. Sehingga kami harapkan ada gelontoran-gelontoran air selanjutnya," kata petani asal Desa Jambean, Ramlan di lokasi, Kamis (29/8/2019).
"Lahan sawah di Desa Jambean bahkan ada 40 hektare lahan sawah sudah mengalami puso. Tinggal ada 100 hektare yang mungkin masih bisa diselamatkan. Kami perjuangkan untuk melakukan penyelamatan, yakni dengan berharap air dari Bendungan Logung," ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, tanaman padi akan memasuki masa panen. Jika tak segera dialiri air, maka sawah terancam puso .

140 Ha Sawah Kering, Petani di Kudus-Pati Minta Air Bendungan LogungFoto: Akrom Hazami/detikcom
Nadi, petani asal Desa Gondoharum, mengatakan sebentar lagi sawah mereka akan panen. "Saat ini usia padi mereka mencapai 60-80 hari. Biasanya kalau panen usia 85-90 hari sudah panen," ungkapnya.

"Kami minta bagian dari Bendungan Logung untuk dilakukan penyelamatan tanaman padi kami," tandasnya.
Direktur Koordinator Pola Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral UPT Wilayah I Desa Hadipolo, Edi Siswanto, mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak terkait.

"Permintaan petani Gondoharum dan Jembean, menurut kami harus ada perhitungan lagi. Nanti akan ada pertemuan lagi untuk terkait penyelamatan tanaman tersebut, nanti kita bersama-sama. Nanti akan ada pengumpulan teman-teman lagi," kata Edi.

Tentang alokasi air, terang Edi, bahwa pada musim tanam ketiga (MT III) ini di wilayah Bendungan Logung sudah sepakat tidak ada tanaman. Hal ini juga sudah diintruksikan dari BBWS agar tidak ada tanaman.

"Petani ini memaksa untuk mengeluarkan air dari Bendungan Logung," imbuhnya.
(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com