detikNews
Selasa 27 Agustus 2019, 18:40 WIB

Cerita Warga di Brebes Cari Air Bersih: Antre di Sumur Desa Lain

Imam Suripto - detikNews
Cerita Warga di Brebes Cari Air Bersih: Antre di Sumur Desa Lain Kesulitan air bersih, warga di Brebes harus mengantre di sumur desa lain. -- Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Krisis air bersih yang dialami sebagian warga di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, cukup memprihatinkan. Bahkan untuk mendapatkan air bersih, warga di salah satu desa harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ketanggungan, warga harus menempuh jarak kurang lebih tiga kilometer untuk mengambil air bersih. Karena mereka harus mengambil air di sumur yang ada di desa lain.

Warto (63) salah seorang warga Desa Sindangjaya mengaku, krisis air bersih ini sudah dialami warga desa setempat sejak beberapa bulan terakhir, tepatnya sejak bulan Juni lalu.

Untuk mendapatkan air bersih, Warto harus pergi ke desa lain yakni Desa Cikeusal dengan jarak tempuh sejauh tiga kilometer. Air itu didapat dari sebuah sumur di sawah yang masih menyisakan debit air.

"Sudah dua bulan lebih warga kesulitan air bersih. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari harus ngambil di desa tetangga," ujarnya saat ikut antre mengambil air, Selasa (27/8/2019).
Warsudi (41) yang juga warga Sindangjaya mengatakan, selain jaraknya cukup jauh, warga yang akan mengambil air juga harus antre. Mengingat di lokasi ini, setiap hari didatangi warga dengan keperluan sama.

"Ini satu-satunya sumur di tengah sawah yang masih ada airnya. Yang mau ambil kudu antre karena banyak orang," terang Warsudi.

Kekurangan air bersih ini dibenarkan oleh, Sarna, seorang perangkat Desa Sindangjaya. Menurut Sarna, sumur-sumur warga sudah mulai kering sejak lama sehingga warga kesulitan mendapat air bersih. Mereka mengandalkan sumur di sawah yang berada di Desa Cikeusal untuk mendapatkan air.

"Kesulitan air bersih sudah lama. Jadi untuk mencukupi keseharian kita ngambil di sumur yang ada di desa tetangga yang jaraknya sekitar tiga kilo," ungkapnya.
Diakuinya, saat ini memang sudah ada beberapa bantuan yang masuk ke wilayah desa tersebut. Hanya saja, bantuan yang diterima tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

"Kalau bantuan mah sudah ada beberapa kali. Tapi ya begitu tidak cukup untuk sehari-hari. Kalau bisa kita berharap pemerintah bisa membuat sumber air bersih, sehingga warga tidak jauh saat mengambil air," pungkasnya.




Tonton Video Krisis Air Bersih di Jambi, 5.000 Liter Disalurkan Gratis:

[Gambas:Video 20detik]


(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com