detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 16:59 WIB

Kisah Timin, Dulu Dipasung dan Kini Kerja di Rumah Bupati Banjarnegara

Uje Hartono - detikNews
Kisah Timin, Dulu Dipasung dan Kini Kerja di Rumah Bupati Banjarnegara Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono bersama Timin. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Kehidupan Timin (36), warga Desa Kaliajir Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara perlahan berubah. Pria yang menderita gangguan jiwa ini dulu hidup dipasung di gubuk kecil, tapi kini dia tinggal di rumah Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono.

Ditemui di rumah dinas Bupati Banjarnegara, Jumat (23/8/2019), Timin terlihat sedang merawat burung. Meski masih irit bicara, ia tak sungkan untuk melemparkan senyum saat diajak berbicara.

"Kerjaannya di sini merawat burung. Jumlahnya ada 14 ekor burung," tuturnya singkat.

Sebelumnya, Timin tinggal di gubuk kecil di belakang rumahnya di Desa Kaliajir. Saat dievakuasi akhir 2018 lalu, ia dalam kondisi dirantai dan tanpa mengenakan celana. Gubuk yang digunakan untuk tempat tinggalnya dalam dua tahun hanya beralaskan tanah dan tanpa dinding. Timin hanya berteman dengan bantal yang terbuat dari karung diisi pasir.

"Saat itu saya mendapatkan informasi terkait kondisi yang dialami Timin. Setelah dicek ke lokasi, ternyata benar kondisinya dirantai dan tinggal di gubuk yang sangat tidak layak," kata Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono.

Timin dirantai oleh keluarganya saat itu lantaran dianggap membahayakan. Sejak ditinggal istrinya, ia mempunyai kebiasaan membakar gubuk-gubuk di sawah. Sehingga, keluarga khawatir jika sampai membakar rumah penduduk.

"Dulu katanya suka membawa korek dan membakar apa saja. Sampai gubuk yang ada di sawah dibakar. Makanya Timin dirantai keluarganya agar tidak ke mana-mana," kata Budhi.


Meski demikian, Budhi mengaku tidak khawatir Timin akan melakukan hal yang sama saat tinggal bersamanya. Apalagi saat ini, kondisi Timin berangsur membaik dibanding sebelumnya.

Hingga saat ini, Timin masih menjalani perawatan dan pengobatan. Selain itu dia juga diajak untuk mulai beribadah sedikit demi sedikit.

"Awalnya dibawa dulu ke rumah sakit jiwa di Magelang, setelah itu hanya kontrol-kontrol. Tetapi sampai sekarang masih mengkonsumsi obat agar cepat sembuh," tuturnya.

Selain Timin, Budhi Sarwono juga sedang merawat orang dengan gangguan jiwa lainnya. Orang tersebut adalah Rahmat warga Karangtengah, Banjarnegara. Saat ini, Rahmat masih berada di panti rehabilitasi di Desa Pucang, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.


Bahkan, Budhi mengaku tidak khawatir jika daerah lain mengirim orang dengan gangguan jiwa ke Banjarnegara.

"Silakan saja kalau mau dibawa ke Banjarnegara. Karena sebenarnya orang dengan gangguan jiwa ini juga saudara kita yang harus ditolong," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Budhi Sarwono juga mengangkat enam anak yang dibuang oleh kedua orangtuanya pada saat masih bayi. Bayi-bayi tersebut ditemukan mulai di masjid hingga di tempat pencucian mobil.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com