detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 18:45 WIB

Walkot Yogya Tunggu KPK Soal Nasib Proyek Saluran Air Rp 8 M

Usman Hadi - detikNews
Walkot Yogya Tunggu KPK Soal Nasib Proyek Saluran Air Rp 8 M Foto: Usman Hadi/detikcom
yogyakarta - Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, masih menunggu arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal nasib proyek rehabilitasi saluran air hujan (SAH) di Jalan Supomo dan sekitar di Kecamatan Umbulharjo. Proyek itu sementara dihentikan karena tersandung kasus dugaan suap.

"Apakah bisa dilanjutkan atau disetop, ditender ulang di tahun yang akan datang dan sebagainya itu harus memerlukan fakta hukum dari KPK. Kami akan secara pro-aktif menanyakan ke KPK bisa dilanjutkan atau tidak," kata Haryadi, Rabu (21/8/2019).

Haryadi memastikan proyek yang berada di Jalan Supomo, Jalan Babaran dan sirip-sirip jalan sekitarnya itu akan tetap dikerjakan Pemkot. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan kapan pengerjaan proyek rehabilitasi saluran air hujan tersebut dilanjutkan.

"Iya, proyek itu dilanjutkan cuma kapan (belum tahu), kan gitu" tuturnya.

Sementara terkait keluhan warga yang merasa dirugikan karena proyek berhenti, Haryadi tak bisa berbicara banyak. Ia hanya menegaskan bahwa Pemkot Yogyakarta akan berusaha agar dampak penghentian sementara proyek bisa diminimalisir.

"Ya mungkin nanti kita normalkan dulu (jalannya), dalam batas-batas (kendaraan) bisa berjalan. Seperti misalnya ya lubangnya ditutup dulu, kemudian juga tali-talinya dilepas dan lain sebagainya, sehingga bisa berjalan seperti biasa dulu," paparnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menjelaskan proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo dan sekitar yang nilainya lebih dari Rp 8 miliar.

"Nilai proyek Rp 8 koma sekian miliar ya, meliputi Jalan Supomo, Babaran sama sirip-siripnya ya," sebut Agus.

Diberitakan sebelumnya, pengerjaan proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Babaran Yogyakarta berhenti. Penyebabnya karena pemenang lelang proyek, Gabriella Ana Kusuma, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap.

Selain Gabriella, lembaga antirasuah KPK juga menetapkan dua jaksa sebagai tersangka. Keduanya yakni Eka Safitra selaku jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta dan Satriawan Sulaksono selaku jaksa di Kejari Surakarta.




Tonton Video Jaksa KPK Sebut Bowo Sidik Terima Gratifikasi Rp 8 Miliar:

[Gambas:Video 20detik]


(ush/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com