Jaksanya Tersangka KPK, Kajari Surakarta: Kami Tetap Semangat Kerja

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 21 Agu 2019 11:00 WIB
Kepala Kejari Surakarta Rini Hartartie (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Seorang jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta Satriawan Sulaksono menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi. Kepala Kejari Surakarta Rini Hartartie memastikan hal tersebut tidak mengganggu aktivitas kejaksaan.

"Kami tetap bekerja karena kami tetap bekerja membangun Kota Solo. Tidak ada kendala," kata Rini saat ditemui wartawan di Kejari Surakarta, Rabu (21/8/2019).

Dia menyebut kegiatan rutin, seperti pelayanan tilang, tetap berjalan seperti biasa.


"Kami tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari. Besok kita menerima tilang 3.000 sehari. Kami tetap semangat bekerja," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK meminta jaksa pada Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL) menyerahkan diri. Satriawan ditetapkan sebagai tersangka bersama jaksa Kejari Yogyakarta Eka Safitra (ESF) sebagai tersangka penerima suap terkait lelang proyek Dinas PUPKP Yogyakarta.


"KPK mengimbau agar tersangka SSL, jaksa di Kejari Surakarta, bersikap kooperatif dan menyerahkan diri ke KPK untuk proses hukum lebih lanjut," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jaksel, Selasa (20/8).

Dalam kasus korupsi ini, total ada tiga orang tersangka, yakni jaksa Eka Safitra dan Satriawan sebagai penerima gratifikasi. Satu orang tersangka lainnya adalah Dirut PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana. (bai/sip)