detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 12:03 WIB

Semburan Api Muncul dari Bekas Sumur Bor di Ladang Warga Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Semburan Api Muncul dari Bekas Sumur Bor di Ladang Warga Sragen Semburan api bekas sumur bor di Sragen (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen - Fenomena semburan api muncul dari lubang bekas sumur bor di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah.

Semburan api dari lubang berdiameter 15 sentimeter tersebut muncul di pekarangan milik Rebo, warga Dukuh Banyu Urip, Desa Bonagung.

"Semburan api muncul sejak tadi malam. Memang sejak beberapa hari terakhir, ada hawa panas muncul di sekitar tegalan (ladang). Awalnya saya tidak begitu memperhatikan," ujar Rebo kepada detikcom di lokasi, Senin (19/8/2019).

Semburan api muncul dari bekas sumur bor di ladang warga SragenSemburan api bekas sumur bor di Sragen (Andika Tarmy/detikcom)

Namun, saat dirinya hendak membersihkan ladang, hawa panas tersebut semakin terasa, terutama dari bekas sumur bor yang terletak di sudut ladang milik Rebo.

"Pak Rebo cerita sama saya soal (kondisi) itu, kemudian saya bongkar gundukan tanah yang menutupi bekas sumur bor tersebut," terang Sutiyo, tetangga Rebo.


Setelah gundukan dibongkar, terlihat bara berwarna merah yang ternyata berasal dari sebuah batu berdiameter 20 senti, yang menutupi lubang bekas sumur bor itu. Ketika batu tersebut disingkirkan, nyala api pun keluar dari lubang tersebut.

"Sumur bor ini dibuat 2 tahun lalu. Sedalam 50 meteran, tapi dihentikan karena tidak muncul air. Saat keluar api, tidak begitu kaget sih, karena dugaan saya memang ada api di bawah. Mungkin dari gas. Tapi anehnya tidak ada bau gas di sekitar lubang," kata Sutiyo.
Semburan api muncul dari bekas sumur bor di ladang warga SragenWarga mencoba menyulut kayu dari semburan api. (Andika Tarmy/detikcom)

Fenomena alam langka itu pun membuat warga langsung penasaran untuk menyaksikan langsung. Petugas kepolisian tampak berjaga mengawasi warga agar tidak terlalu dekat dengan sumber api. Di sekitar sumber api pun dipasangi pagar memutar serta garis polisi.


Kepala Desa Bonagung, Suwarno, membenarkan adanya kejadian itu. Kejadian itu sudah dilaporkannya kepada pihak aparat terkait.

"Besar kemungkinan sumbernya dari gas alam. Untuk jelasnya kita serahkan kepada pihak berwenang," urai Suwarno.
(mbr/mbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com