Momen Agustusan, Warga di Demak Promosikan Potensi Desa

Wikha Setiawan - detikNews
Sabtu, 17 Agu 2019 15:33 WIB
Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Demak - Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 menjadi momentum peningkatan potensi wisata desa, terutama di daerah pesisir. Berbagai potensi ditampilan melalui karnaval.

Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah merupakan salah satu desa di wilayah pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa ini pernah diterjang banjir tahun 1993.

Kesan desa pesisir yang kumuh, saat ini tidak ada lagi. Desa ini berbenah dengan lingkungan tertata baik sehingga potensinya bidang wisata terangkat. Momen Agustusan dimanfaatkan untuk meningkatkan sumber daya manusia, kebersihan lingkungan hingga destinasi wisata melalui karnaval.

Di bawah terik matahari, karnaval yang diikuti 13 kontingen itu menampilkan potensi desanya. Seperti, pengembangan hutan mangrove, pengelolaan perikanan dan kelautan, kuliner ikan laut, dan daur ulang sampah.

Kepala Desa Tambakbulusan, Chabibullah menuturkan desanya terdiri dari 13 RT dan mayoritas bekerja sebagai nelayan.
Momen Agustusan, Warga di Demak Promosikan Potensi Desa Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Desa Tambakbulusan termasuk desa mandiri, namun pernah diterjang banjir besar 1993, sehingga Itu berdampak terhadap kultur sosial dan ekonomi masyarakat. Sehingga perlu ada kesadaran untuk berbenah," ujarnya usai karnaval HUT Kemerdekaan di desanya, Sabtu (17/8/2019).

Melalui momentum Hari Kemerdekaan, Desa Tambakbulusan berbenah untuk kan menuju desa wisata.

"Ada beberapa potensi yang kami garap menjadi wisata. Diantaranya, Pantai Istanbul dan hutan mangrove," paparnya.

Menurut saat ini perlu adanya sarana yang mendukung terutama peningkatan sumber daya manusia.

"Adanya potensi wisata alam itu, maka kita siapkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus event yang dapat menjadi destinasi wisata seperti sedekah laut, dan peringatan hari kemerdekaan," paparnya.

Perayaan Agustusan tersebut sudah berjalan dua tahun terakhir. Kali ini, dimeriahkan berbagai lomba seperti kreasi daur ulang sampah, lomba anak, lomba lingkungan, lomba membuat spot Selfi untuk wisata, lomba olahan ikan dan lomba karnaval.

"Lomba itu kita ambil supaya berdampak menuju desa wisata," tandasnya.
(bgk/bgs)