Unik, Upacara Kemerdekaan di Kaki Bukit Kendeng Pati

Akrom Hazami - detikNews
Sabtu, 17 Agu 2019 13:59 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom
Pati - Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) mengadakan upacara HUT RI di kaki bukit Kendeng, Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (17/8/2019). Upacara di lokasi tak biasa ini juga untuk mengenalkan kekayaan alam setempat.

Lokasi ini berada di kawasan hutan yang bersebelahan dengan perbukitan Kendeng. Panitia menata tempat menjadi lapangan luas yang layak untuk upacara.

Mereka memasang banyak bendera merah putih. Baik yang ukuran kecil, hingga bendera besar yang membentang dari satu bukit ke bukit lainnya. Penyelenggara memanfaatkan belahan bukit untuk memajang gambar Presiden Soekarno beserta kalimat spiritnya.

Tidak hanya itu, dipasang pula di ujung bukit di ketinggian yakni sebuah tiang bambu. Di situlah, pengibaran bendera dilakukan. Seorang anggota panitia memanjat tiang tinggi sembari membawa sang saka. Kemudian bendera dikibarkan. Setelah sebelumnya sang pengibar naik tangga yang dipasang di bukit terjal.
Unik, Upacara Kemerdekaan di Kaki Bukit Kendeng PatiFoto: Akrom Hazami/detikcom

Prosesi khusyuk Upacara Rakyat dimulai dengan Mars Kendeng. Kemudian sejumlah rentetan acara dilakukan. Seperti halnya pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Proklamasi, teks Pancasila, teks UUD 45 dan lainnya.

Ada ratusan warga ikut serta. Tidak hanya dari warga lokal. Tapi ada juga dari daerah lain. Tampak dari nama beberapa barisan upacara. Seperti Barisan Bumi Segandu, Barisan Generasi Penerus, Barisan Sulawesi, Barisan Kalimantan, Barisan Maluku, Barisan Koalisi Kendeng, dan barisan lainnya. Upacara berlangsung khidmat.

Inspektur upacara, Gunretno mengatakan, pihaknya memang sengaja mengadakan upacara di bukit Kendeng. Upacara rakyat 2019 ini mengambil tema menghidupi.

"Jadi yang namanya merdeka itu harus menghidupi. Hidup itu menghilangkan banyak rintangan. Jadi kekhawatiran sedulur tentang ekonomi, tentang hak asasi manusia, ini kami berupaya menyemangati mereka yang lagi punya persoalan itu demi menghidupi anak cucu bangsa Indonesia," kata Gunretno usai upacara kepada awak media di lokasi.
Unik, Upacara Kemerdekaan di Kaki Bukit Kendeng PatiFoto: Akrom Hazami/detikcom

"Alasan diadakan di perbukitan? Tujuannya di Desa Kedumulyo ada kelelawar di Gua Lowo. Kelelawar merupakan teman petani. Dia mampu setiap malam makan wereng, serangga, dengan mencapai jutaan ekor," kata dia.

Hal itu, kata dia, ini harus dijaga. Banyak warga yang belum paham itu. Karena kelelawar teman petani, maka dia tegaskan sekali lagi agar dijaga.

"Kami selalu kampanye supaya warga tahu. Ini bukan seremonial, bukan teater. Ini rakyat Indonesia dari mana saja datang. Ada dari Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan lain," terangnya.

"Mereka datang dengan biaya sendiri untuk bisa ikut upacara di sini. Jumlah peserta banyak dan dari latar belakang beda," imbuh Gunretno sekaligus koordinator JMPPK.

Seorang peserta dari Bali, Termana mengaku salut dengan acara upacara rakyat yang diadakan JMPPK. "Upacaranya bagus. Ada dialog saat Pancasila dibacakan.
Mempertanyakan konsep kemakmuran," kata Termana yang tak henti-henti memuji keunikan upacara HUT RI.

"Kami datang dari Denpasar Bali untuk ikut upacara. Mereka (JMPPK) berjuang juga memperjuangkan Kendeng dari pabrik semen. Sama seperti Bali yang kedatangan banyak investor tapi tidak mempedulikan lingkungan," jelas Termana.

Acara upacara baru selesai siang hari. Di lokasi itu juga digelar berbagai kegiatan seperti telusur gua, dan panggung hiburan.


Simak Video "Eksklusif! Melihat Naskah Asli Proklamasi Indonesia"

[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgk)