detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 14:12 WIB

Ada di Jepara! Beli Telur Bebek, Bayarnya Pakai Sampah Plastik

Wikha Setiawan - detikNews
Ada di Jepara! Beli Telur Bebek, Bayarnya Pakai Sampah Plastik Beli telur bebek dengan sampah plastik. (Wikha Setiawan/detikcom)
Jepara - Warga di Kabupaten Jepara kini bisa menukar sampah plastik dalam bentuk ecobrick (ekobrik) dengan sebutir telur bebek. Melalui program yang diberi nama Tante Rosa, ekobrik yang bisa ditukar dengan sebutir telur adalah yang memiliki berat setengah kilogram.

"Tante Rosa itu singkatan dari Tabungan Telur dari Ekobrik Sampah. Jadi satu ekobrik seberat setengah kilogram akan diganti satu butir telur. Itu bisa langsung diambil atau boleh ditabung dulu telurnya," ujar Kepala Puskesmas Kedung II Suhadi kepada detikcom di Jepara, Jumat (9/8/2019).

Ekobrik merupakan kumpulan sampah plastik yang sudah dipadatkan di dalam sebuah botol plastik. Sedangkan program Tante Rosa, kata Suhadi, sudah berlangsung selama dua bulan ini dan telah diikuti oleh warga, termasuk anak-anak.


"Tiap orang tua atau anak-anak yang menabung sampah akan diberi kertas atau semacam buku tabungan dari kami," tuturnya.

Ekobrik yang terkumpul untuk sementara waktu ditaruh di gudang rumah dinas Kepala Puskesmas Kedung II. Suhadi menjelaskan ekobrik yang sudah terkumpul nantinya akan dibuat hiasan taman di sejumlah lokasi.

"Memang tamannya tidak terlihat begitu indah, tapi di balik itu ada sesuatu tujuan yang lebih baik ke depan. Lingkungan bisa bersih dari sampah (plastik)," imbuh dia.

Program Tante Rosa sudah dilaksanakan di enam desa binaan, yakni Desa Tedunan, Karangaji, Panggung, Surodadi, Desa Kalianyar, dan Kedungmalang.

"Awalnya kita beri sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat di enam desa tersebut. Untuk saat ini kita pastikan masyarakat aktif memunguti sampah yang berada di sekitarnya," tutur Suhadi.

Suhadi melanjutkan telur bebek dipilih untuk jadi penukar ekobrik bukan tanpa alasan.


Selain menjaga kesehatan lingkungan, kata Suhadi, program ini sekaligus bertujuan untuk mencegah stunting, kurang gizi, dan memberikan kesejahteraan pengusaha telur bebek di wilayahnya.

"Selain itu, kita beli telur dari pengusaha telur lokal sini. Di desa binaan, kita sering menemukan penyakit diare, tipus, disentri, dan batuk-flu," ungkapnya.

Selama dua bulan berjalan, Tante Rosa mampu mengumpulkan sekitar 600 kilogram sampah plastik.

"Dan kita sudah habiskan sekitar 500 telur bebek," ucapnya.

Ia berharap program ini akan mampu mendorong pemerintah daerah membuat regulasi terkait pembatasan penggunaan plastik.

"Harapannya, ada regulasi terkait pembatasan penggunaan plastik," harapnya.

Salah seorang siswa kelas IV SDN 1 Tedunan yang mengikuti program ini, Alya Ikmaliyana, mengaku senang bisa mengumpulkan sampah plastik.

"Kalau habis jajan, bungkusnya saya kumpulkan. Itu juga, kalau ada sampah di sekitar rumah, saya ambil, masukkan ke botol," katanya.

"Sudah tiga kali ke sini bawa sampah. Dapat telur. Itu telurnya saya kasih Ibu untuk dimasak," kata Alya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com