Gus Sholah: Saya Ingin Ada Oposisi yang Kuat yang Awasi Pemerintah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 24 Jul 2019 18:01 WIB
KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di Yogyakarta. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Salahuddin Wahid menilai pentingnya keberadaan oposisi dalam suatu pemerintahan. Menurutnya, hal itu untuk mengawasi jalannya suatu pemerintahan.

"Yang penting saya ingin ada oposisi yang kuat, gitu aja. Oposisi yang kuat dan konstruktif, yang bisa mengawasi jalannya pemerintahan," ujar Tokoh NU sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid saat ditemui wartawan di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro No 23, Kota Yogyakarta, Rabu (24/7/3019).

Ulama yang kerap disapa Gus Solah ini melanjutkan, oposisi berperan sebagai pengkritisi dan memfilter setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Namun, ia tidak ingin oposisi yang secara sengaja mencari-cari kesalahan Pemerintah.

"Mengkritiknya (oposisi) secara konstruktif hal-hal yang dianggap memang perlu dikritik dan tidak (secara sengaja) mencari-cari (kesalahan)," katanya.


Jika para pendukung oposisi ramai-ramai pindah ke kubu pemerintah, maka kata Gus Solah, oposisi tidak akan menjadi kuat.

Gus Solah menilai tidak ada untung dan rugi menjadi oposisi. Hal itu karena baik oposisi dan pemerintah memiliki keterkaitan satu sama lain dalam membangun bangsa Indonesia.


"Kita tidak berhitung untung dan rugi ya, kita berhitung untuk kepentingan bangsa diperlukan oposisi. Orang bisa berdebat di dalam UUD 45 tidak ada (oposisi), pasti adalah, di mana-mana ada pihak yang mengkritik dan mengawasi pemerintahan yang berjalan," ucap Gus Solah. (sip/sip)