detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 17:50 WIB

Begini Kondisi Rumah Ibu di Boyolali Penganiaya Anaknya Hingga Tewas

Ragil Ajiyanto - detikNews
Begini Kondisi Rumah Ibu di Boyolali Penganiaya Anaknya Hingga Tewas Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Polisi menduga faktor ekonomi turut melatarbelakangi seorang ibu di Boyolali tega menganiaya anaknya hingga akhirnya tewas. Seperti apa kondisi rumah yang ditempatinya?

Detikcom mendatangi rumah yang ditempati Siti Wakidah alias Ida (30) bersama suami, Iwan Sri Widadi (IS) dan ketiga anaknya di Dukuh Tanduk, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali. Rumah tersebut tak terlihat dari jalan di dukuh itu. Karena berada di belakang dan posisinya ada dibawah pekarangan rumah tetangganya.

Untuk menuju ke rumah tersangka, harus melewati diantara dua rumah warga di depannya. Rumah yang ditinggali tersangka dan keluarganya terbuat dari katu. Dinding dari papan kayu dan sebagian tembok. Lantainya sudah jobin atau semen diplester.

Namun, kondisi rumah sudah terlihat bangunan lama dan terkesan tak terawat. Di ruang utama rumah terdapat satu televisi kecil dan kasur tipis untuk tidur. Juga ada satu meja kayu, serta kursi sofa yang tampak sudah tidak dipakai lagi dan berdebu. Selain di dalam, di emperan rumah terdapat tumpukan ban sepeda motor bekas. Di dalam rumah juga tampak satu sepeda motor lawas.

Kepala Dusun I Desa Tanduk, Matori, rumah yang ditempati Iwan bersama istrinya (tersangka) dan anak-anaknya itu merupakan rumah warisan dari kakek-neneknya. Pekarangan rumah itu juga dibagi dengan saudara-saudara ibunya Iwan.

Selain mereka, di pekarangan rumah itu juga tinggal pamannya, Priyadi. Dia tinggal di belakang rumah tersebut.
Begini Kondisi Rumah Ibu Penganiaya Anaknya Hingga TewasFoto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Banyak yang tidak mengetahui profil dari tersangka Ida. Matori mengatakan, tersangka Ida bertempat tinggal di Dukuh/Desa Tanduk baru sekitar satu tahun.

"Rumah saya kan agak jauh, jadi yang lebih jelas kan mungkin tetangga dekat. Tapi menurut warga, (tersangka) orangnya pendiam. Di rumah saja nggak pernah keluar," kata Matori ditemui di rumah tersangka Dukuh Tanduk, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali Kamis (18/7/2019).

Tentang kondisi ekonominya, yang mencari nafkah suaminya. Sedangkan Ida hanya di rumah mengurus anak-anak.

"Kondisi ekonominya yang nanggung mas Iwan. Kalau kekurangan saya kurang tahu," imbuh dia.

Rumah tersebut dihuni 5 orang. Yaitu Iwan, Ida (tersangka) dan tiga anaknya. Masing-masing F yang merupakan anak Ida dengan suaminya terdahulu. Sedangkan bersama Iwan, Ida memiliki dua orang anak yang kini juga masih kecil-kecil.
Begini Kondisi Rumah Ibu Penganiaya Anaknya Hingga TewasFoto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Suami (tersangka) kerja serabutan. Kalau nggak salah sering mengantar carteran," imbuh dia.

Keluarga ini di lingkungan setempat, memang dikenal tertutup. Mereka jarang bergaul dengan tetangga sekitarnya. Ida sendiri masih belum pindah alamat dan masih beralamat di Cukilan, Suruh, Kabupaten Semarang.

"Tidak menerima PKH. Kependudukannya masih disuruh mungkin, kalau disini (Desa Tanduk) belum tercatat," terangnya.




Simak Juga 'Viral Video Aniaya Balita, KPAI dan Cyber Polri Buru Pelaku':

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com