Ini yang Diduga Jadi Penyebab Kapal Tabrak Crane di Pelabuhan Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 14 Jul 2019 21:44 WIB
Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Insiden kapal menabrak crane di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diduga terjadi akibat adanya trouble pada kapal tunda yang memandu.

Dalam rilis Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid disebutkan trouble pada kapal tunda milik anak perusahaan PT. Pelindo 3 yang memandu kapal MV. Soul of Luck hingga menabrak crane container nomor 3 yang berada di ujung.

"Kapal MV. Soul of Luck yang diageni oleh PT. Layar Sentosa menyenggol crane di dermaga TPKS sehingga 1 unit Container Crane 3 ambruk. Korban jiwa tidak ada, hanya ada korban luka ringan 1 orang yaitu operator head truk yang langsung dibawa ke rumah sakit Panti Wilasa Citarum," kata Ahmad, Minggu (14/7/2019).


Kapal kontainer berbendera Panama dengan registrasi IMO 9148647 tersebut berlayar dari Pelabuhan Port Klang Malaysia pada tanggal 11 Juli 2019 dan tiba di Pelabuhan Semarang 14 Juli 2019 pukul 17.10 WIB.

Menurut Wahid, insiden tersebut melibatkan kapal tunda KT (Kapal Tunda) Jayanegara 304 dan KT Jayanegara 201 yang dioperasikan oleh PT PMS, anak usaha PT Pelindo 3 sebagai induk usaha jasa pelayanan kapal (pandu tunda). Kapal MV Soul of Luck berbobot GT 16.915 dengan panjang 168.05 meter serta lebar 27 meter ini menyenggol struktur crane di dermaga yang mengakibat 1 unit crane roboh.

"Saya mengimbau kepada seluruh penyedia layanan jasa transportasi laut untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan pelayaran, sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang berisiko," ujarnya.


Dari video yang beredar, Kapal tersebut terlihat menyenggol kapal bertulisan SPS hingga terseret. Belum ada pihak yang memberi penjelasan terkait kapal tersebut.

Sementara itu Wahid memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan seperti biasanya meski lokasi kejadian sudah disterilkan.

"Saat ini lokasi kejadian telah disterilkan namin layanan kepelabuhanan terus berjalan seperti biasanya. Kami akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menginvestigasi penyebab kejadian tersebut," tutup Wahid.

Simak Video "Semarang Habiskan Rp371 Miliar Selama 1,5 Tahun Tangani Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/sip)