detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 17:56 WIB

Tumpah Ruah Makanan Tradisional dalam Pesta Gecok Kambing di Ungaran

Aji Kusuma Admaja - detikNews
Tumpah Ruah Makanan Tradisional dalam Pesta Gecok Kambing di Ungaran Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran. Foto: Aji Kusuma Admaja/detikcom
Semarang - Warga Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, menyambut tradisi Met Banyu atau upacara adat membersihkan sumber air Curug Semirang dengan suka cita hari ini. Tradisi ini merupakan ritual tahunan yang selalu ditunggu warga.

Masyarakat berjalan beriringan menuju Curug Semirang, mereka membawa beraneka makanan tradisional, mulai dari, Gunungan Nasi Kuning lengkap dengan Sambel Kluban dan Kering Tempe, Lepet, Awug-awug, dan Jadah. Selain itu iringan musik rebana terlantun di sepanjang perjalanan masyarakat Desa Gogik menuju Curug Semirang.

Plt Kepala Desa Gogik, Sri Errita Haryanti menjelaskan bahwa semua makanan itu dibawa sebagai bentuk syukur masyarakat. Nantinya semua makanan itu dibagi rata usai prosesi doa bersama dan agenda bersih-bersih di sekitar Curug Semirang.

"Prosesi ini kami tujukan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan semesta alam. Melalui limpahan air dari Curug Semirang, masyarakat kami bisa membangun kehidupan, bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi air di sini juga dimanfaatkan untuk irigasi persawahan," terang Errita kepada wartawan di Curug Semirang, Sabtu (6/07/2019).

Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran.Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran. Foto: Aji Kusuma Admaja/detikcom

Dari kesekian hal yang dibawa masyarakat, pada bagian barisan tengah, seorang lelaki berperawakan besar menggeret dua ekor kambing berwarna hitam dan putih. Nantinya dua ekor kambing itu akan disembelih di Curug Semirang lalu dimasak dan dibagikan kepada seluruh masyarakat Desa Gogik.


"Ya kambing itu selalu dibawa sejak dulu kala saat upacara Met Banyu. Warnanya ya itu hitam dan putih. Nanti kambing dimasak gecok dan gulai, selain kambing kami juga menyembelih dua ayam jago berwarna hitam dan putih. Warna hitam dan putih ini sebagai perlambang bahwa dalam hidup, kita harus tegas membedakan mana hal buruk (hitam) dan mana hal baik (putih)," jelas Errita.

Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran.Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran. Foto: Aji Kusuma Admaja/detikcom


Pantauan detikcom, hanya para pria saya yang memasak dan mengolah daging kambing dalam acara ini. Mulai dari usia remaja hingga lansia, mereka bergotong royong menyiapkan olahan daging kambing.


"Seluruh warga yang terlibat untuk prosesi memasak dan mengolah daging itu adalah laki-laki, hal ini berlangsung sejak dulu, filosofinya sebagai upaya warga kami untuk menghargai perempuan, bahwa ritual memasak itu juga bagian kerja dari laki-laki. Jadi prinsipnya membangun kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga,"tegas Errita.

Salah seorang warga Desa Gogik, Rochadi Madhib, mengakui bahwa tradisi Met Banyu merupakan momen yang ditunggu seluruh warga setempat.

Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran.Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran. Foto: Aji Kusuma Admaja/detikcom

"Jadi kan ini pria dulu datang, dan beberapa perempuan yang membawa makanan tradisional. Nanti kalau sudah matang, ibu-ibu dari rumah datang membawa nasi. Mereka akan dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari 10 orang, nah nanti nasinya dijadikan satu lalu kalau sudah dapat jatah daging baru dibagi rata, daging dan nasinya," terang Rochadi.

Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran.Pesta Gecok Kambing di Curug Semirang Ungaran. Foto: Aji Kusuma Admaja/detikcom

Dia berharap masyarakat desa dan pemerintah bisa terus berkolaborasi untuk menjaga tradisi Met Banyu. Bahkan jika diberi kepercayaan, Warga Desa Gogik siap bekerjasama untuk menjadikan tradisi Met Banyu sebagai agenda wisata budaya lokal Kabupaten Semarang.

"Curug Semirang kan sudah terkenal ya, tapi upacara ini banyak yang belum tahu. Jadi harapan kami, bisa dijadikan agenda wisata dan wisatawan akhirnya juga tahu, kalau kami memiliki tradisi menjaga kelestarian air dan alam disini, dan mereka juga akan melakukan hal yang sama dengan kami, menjaga Curug Semirang," tandas Rochadi.



Tonton Video Keong Gongso Lereng Merbabu, Ungaran:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Tradisi Angon Putu, Semarang "
[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com