detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 17:15 WIB

Ternyata Tiang Masjid Agung Surakarta Rusak karena Salah Teknik Renovasi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Ternyata Tiang Masjid Agung Surakarta Rusak karena Salah Teknik Renovasi Dua tiang di ruang utama Masjid Agung Surakarta sedang diperbaiki. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Saka rawa atau tiang kayu pendamping di ruang utama Masjid Agung Surakarta rusak. Arkeolog pendamping perawatan Masjid Agung Surakarta, Hareza Eko Prihantoro mengungkapkan bahwa kerusakan ini terjadi akibat kesalahan dalam rehabilitasi pada 2005.

"Waktu itu (2005) sudah dilakukan perbaikan, tapi ada kesalahan dalam rehabilitasi, pakai bahan yang tidak tepat," ujar Hareza saat berbincang dengan detikcom di Masjid Agung Surakarta, Sabtu (6/7/2019).

Dia menemukan adanya cor di dalam tiang saka rawa. Menurutnya bahan cor tersebut membuat kayu tersebut rapuh. Selain itu, kandungan glukosa dalam kayu juga mengundang rayap berdatangan.


"Air pada bahan cor terperangkap di dalam sehingga glukosa pada kayu muncul. Makanya saya lihat ada koloni rayap yang cukup banyak di dekat cor," ujarnya.

"Padahal dalam UU Cagar Budaya, rehabilitasi itu harus memperhatikan original material. Seharusnya bahan kayu diganti dengan kayu," imbuh Hareza.

Retaknya tiang itu diketahui takmir masjid sejak April 2019 atau sebelum Ramadhan. Sejak saat itu takmir berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Sejak Senin (1/7) lalu, tiang tersebut mulai diperbaiki.

"Kita mulai dengan menyemprotkan insektisida agar rayapnya mati dulu. Setelah itu kita ganti dengan kayu jati semua," kata dia.


Selain saka rawa nomor enam, saat ini saka rawa nomor empat juga sedang diperbaiki. Secara berkala, perbaikan juga akan dilakukan pada saka rawa nomor lima dan satu.

"Pengerjaan diperkirakan rampung dalam tiga pekan. Ini kan bukan proyek, jadi tidak ditarget. Malah nanti kalau harus cepat jadi bumerang, karena hasilnya tidak optimal," katanya.

"Kita perhitungkan rencana anggaran pembangunannya Rp 87 juta. Kegiatan ini seluruhnya pakai dana kas masjid," imbuh Hareza.

Sementara itu, pengurus bagian rumah tangga Masjid Agung Surakarta, Mustakim, mengatakan renovasi masjid sebelumnya dilakukan pada tahun 2005 oleh Pemkot Surakarta dan Pemprov Jawa Tengah.

"Dulu ditemukan keretakan di tempat yang sama. Diperbaiki oleh pemkot dan pemprov dengan dana Rp 4 miliar sekaligus untuk renovasi bagian lain," kata dia.

Menurutnya, saka rawa beserta saka guru (tiang utama) di bangunan utama dahulu merupakan peninggalan sejak Keraton Kartasura. Saat berpindah ke Surakarta pada tahun 1975, tiang tersebut ikut dibawa untuk membangun Masjid Agung Surakarta.

"Memang setelah itu beberapa kali ada renovasi. Yang saya ingat itu tahun 1985 renovasi besar-besaran, 2005 di ruang utama, 2012 di serambi, lalu sekarang ada sedikit perbaikan ini," ujarnya.

Simak Video "Asyik! Sebentar Lagi KA Bandara Adi Soemarmo-Boyolali Bisa Dinikmati"
[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com