Cerita Orangtua di Sleman Kesulitan Masukkan Data Online PPDB SMP

Ristu Hanafi - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 14:44 WIB
Suasana posko aduan PPDB di kantor Dinas Pendidikan Sleman. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Suasana posko aduan PPDB di kantor Dinas Pendidikan Sleman. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Kabupaten Sleman hari ini telah masuk tahap verifikasi berkas. Namun, masih ada keluhan dari orang tua calon murid yang kesulitan memasukkan data online.

"Saya nggak bisa memasukkan poin tambahan prestasi anak, ke sekolah juga dilempar ke Dinas Pendidikan," kata salah satu orangtua yang mengurus PPDB SMP, Mayasari (35) saat ditemui wartawan di kantor Dinas Pendidikan Sleman, Senin (1/7/2019).

Hal itu dialaminya sejak hari Jumat (28/6) lalu. Warga Sendangadi, Kecamatan Mlati ini harus bolak-balik ke sekolah tujuan dan Dinas Pendidikan.

"Jumat, kemudian Sabtu ke dinas, pihak sekolah minta ke dinas. Di dinas saya tunggu lama, katanya mau dikabari, nggak dikabari jadi saya hari ini ke sini. Jadi di sekolah pilihan satu dan dua bisa diubah, tapi di sekolah pilihan ketiga tidak bisa diubah," jelasnya.

Meski hanya mendapatkan tambahan nilai prestasi 15 poin, tapi bagi Maya, hal itu sangat penting bagi proses PPDB anaknya.

"Saya juga sempat kolom padukuhan tak diisi, karena saat minta username dan password, entry data berdasar kartu keluarga, memang tak ada keterangan padukuhan," ujarnya.

"Karena isi data padukuhan kosong, saya malah ikut zona 2, harusnya zona 1. Kalau masuk zona 2, jaraknya semakin jauh, tambahan poin juga berkurang sayang eman-eman (sayang). Piye carane (bagaimana caranya) orangtua yang penting anak dapat yang terbaik," sambungnya.


Diakuinya, untuk mengubah data dia cukup kewalahan karena tak bisa diganti mandiri melalui online.

"Ini repot, online ubah apapun di manapun harusnya bisa. Tapi ini harus bolak-balik, kita nggak bisa, ke sekolah, sekolah tak bisa ke dinas, harus menunggu," sebutnya.

"Banyak juga ibu-ibu lain yang keluhkan itu, saya kasihan ada yang mungkin tak biasa akses internet. Server juga sempat penuh nunggu semalaman tak bisa masuk, besoknya saya klik tak bisa, setelah bisa klik isi datanya yang nggak bisa," imbuhnya.


Dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Sri Wantini menyebut jika orangtua calon murid menemui kendala, pihak sekolah dan dinas siap membantu.

"Kalau kesulitan mendaftar online secara mandiri, bisa minta bantuan operator sekolah atau ke Dinas Pendidikan," ujarnya.


Pendaftar PPDB di Makassar Membeludak, 10 SMPN Baru Didirikan:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "PPDB Sistem Zonasi Bikin Orang Tua Siswa di Makassar Waswas"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)