detikNews
Sabtu 29 Juni 2019, 16:55 WIB

ICMI Minta Tokoh Politik Kurangi Ujaran Kebencian

Usman Hadi - detikNews
ICMI Minta Tokoh Politik Kurangi Ujaran Kebencian Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, meminta para elite politik mengurangi ujaran kebencian yang menyudutkan lawan politiknya. Ia meminta semua pihak saling menghargai.

"Yang penting para tokoh bangsa, tokoh politik, para pemimpin formal dan informal dengan kesadaran mengurangi ujaran kebencian," kata kata Jimly di Kantor DPD RI di DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Sabtu (29/6/2019).

"Mengurangi statement-statement yang saling ngenyek (meledek), dikurangi itu. (Harus) saling menghargai, karena bagaimanapun pendukung kubu yang menang dan kalah (di Pilpres) itu sama banyaknya," sambungnya.

Menurut Jimly, peraih suara terbanyak di Pilpres maupun Pileg 2019 harus belajar ngasorake atau menang tanpa menghina lawan. Hal itu penting dilakukan agar masing-masing kubu tak terus menerus berseteru.

"(Kemudian) komunikasi publik harus diperbaiki. Misalnya demo di medsos jangan lagi, supaya demo di jalanan juga tidak perlu ada. Jadi demo di darat maupun demo di udara tidak diperlukan lagi," tutur Jimly.

"Dan kita juga kalau ada statement yang (memancing kontroversi) jangan baper, bawa perasan. Ya yang namanya kadang-kadang anak muda di twitter (ngetweet), nggak usah dibaca, nggak usah ditanggapi," ujarnya.

Selanjutnya Jimly mendorong masing-masing kubu yang berebut suara di Pilpres bersedia rekonsiliasi.

"Rekonsiliasi itu nanti alamiah saja. Secara hukum sudah selesai dengan putusan MK," pungkas Mantan Ketua MK ini.




Simak Juga 'Usai Putusan MK, Tensi Politik Masih Tinggi?':

[Gambas:Video 20detik]




Simak Video "Jimly soal Kasus Robertus: Berdampak Buruk Bagi Demokrasi Kita"
[Gambas:Video 20detik]

(ush/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com