detikNews
Jumat 28 Juni 2019, 15:48 WIB

Polisi di Kudus Ini Ahli Bekam, Obati Warga Secara Gratis

Akrom Hazami - detikNews
Polisi di Kudus Ini Ahli Bekam, Obati Warga Secara Gratis Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Seorang anggota polisi di Kudus mempunyai keahlian dalam pengobatan bekam. Ia mengobati warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan tanpa meminta bayaran atau gratis.

Bekam adalah suatu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara menyedot keluar darah kotor. Ia adalah Bhabinkamtibmas Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Namanya Aipda Much Kartika Nofianto. Dia biasa mengobati secara keliling dengan tempat di mana saja. Mulai dari warung kopi, bengkel hingga Balai Desa Garung Kidul.

Ditemui awak media di aula Balai Desa Garung Kidul, Jumat (28/6/2019) Nofi, begitu dia dipanggil, tengah sibuk mengobati warga. Ada sekitar 4-5 orang warga yang menunggu giliran untuk dibekam.

Nofi menjelaskan, dia melayani pengobatan cara bekam sejak tiga bulan yang lalu. Dia mengobati warga secara gratis. "Saya mulai bekam sejak tiga bulan lalu. Sebelum bulan puasa," kata Nofi membuka percakapan.

"Gratis pengobatannya. Sebab ini semua swadaya warga. Baik alat atau kebutuhan pengobatan, swadaya dari desa," ungkap Nofi.

Dia biasa mengobati warga di mana saja. Terutama di tempat kumpul warga macam balai desa, warung kopi hingga tempat bengkel.

"Ngobati di warung, bengkel, balai desa, atau juga rumah warga," ujar pria yang tinggal di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu ini.

Tidak heran jika Nofi selalu saja menenteng tas bawaan berisikan alat pengobatan bekam secara lengkap seperti jarum, alat hisap, kapas, dan lainnya

Dia biasanya menyalurkan informasi tentang bhabinkamtibmas sekaligus menawarkan jasa pengobatan bekam.

"Saya tawari warga apakah ada yang sakit dan butuh dibekam?" beber Nofi menjelaskan saat berhadapan dengn warga.

Karena Nofi tak memungut sepeserpun dari warga maka dia mendapat respons bagus. Setiap hari ada saja warga yang minta diobati. Dia tidak membatasi jumlah warga yang diobati setiap hari.

"Saya tidak batasi berapa orang. Selama ini paling banyak enam orang warga yang saya bekam. Tidak hanya warga sini. Luar desa juga ada," ungkap pria 40 tahun ini.

Dia ingin menghilangkan kesan di masyarakat jika polisi itu menyeramkan. Menurut dia, polisi itu humanis.

"Polisi tidak menyeramkan. Tapi humanis. Saya mengerjakan bekam tapi tak lupa dengan tugas jadi bhabinkamtibmas," kata dia.

Supomo (32) seorang warga yang dibekam asal desa setempat RT 5/RW 1 mengatakan, dia tidak sengaja ingin dibekam oleh polisi.

"Tadi saya sedang ngurusi tentang pajak di balai desa. Ternyata ada bekam yang dilakukan pak Nofi. Ya saya ikut. Badan saya pegal-pegal," kata Supomo di balai desa itu.

Kepala Desa Garung Kidul, Aan Setyawan menyambut antusias dengan keahlian bhabinkamtibmas di desanya.

"Saya antusias. Hampir tiap hari Pak Nofi bawa alat bekam. Kami dari desa hanya membantu alat-alat saja," kata Aan.


Simak Video "3 Desa di Kudus Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak"
[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com