Libur Lebaran Usai, Warga Wonogiri Ramai-ramai Pergi Merantau

Aris Arianto - detikNews
Rabu, 12 Jun 2019 11:33 WIB
Warga mengurus proses AK 1 di kantor Dinas Tenaga Kerja Wonogiri. Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri - Usai libur Lebaran, ramai-ramai warga Wonogiri pergi merantau. Dinas Tenaga Kerja Wonogiri mengungkap ada 40 orang setiap harinya mengurus kartu pencari kerja, sebagian besar dari mereka bekerja di luar kota.

"Memasuki libur Lebaran 2019, terjadi lonjakan pemohon kartu AK 1 atau kartu pencari kerja. Sebelumya per hari sekitar 20-30 pemohon, meningkat menjadi 40-50 pemohon. Peningkatan ini terus terjadi pasca Lebaran. Sebagian besar pemohon, ya lebih dari 90 persen atau sekitar 40 orang perharinya, membutuhkan kartu AK 1 untuk mencari pekerjaan di perantauan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Wonogiri, Ristanti kepada detikcom di ruang kerjanya, Rabu (12/6/2019).

Dia mengatakan, dari pemohon AK 1, hanya sebagian kecil yang mau mencari nafkah di Kota Mete ini. Jumlah perantau Wonogiri saat ini sekitar 260 ribu jiwa atau 25 persen dari total penduduk yang lebih dari 1 juta jiwa.

Sementara sebagian besar perantau menurut Ristanti, berada di kawasan Jabodetabek. Mereka ada yang bekerja di sektor formal seperti menjadi karyawan pabrik, ASN, militer, atau karyawan BUMN. Sebagian memilih bekerja di sektor informal.


Para perantau baru, khususnya yang baru lulus sekolah memilih bekerja di sektor formal. Daerah menjadi tujuan utama, yakni Cikarang Bekasi dan Tangerang Banten. Alasannya wilayah tersebut merupakan kawasan industri sehingga berharap ada peluang kerja lebih terbuka.

Salah seorang warga Sunggingan Kecamatan Girimarto, Leni Dewi Indriastuti berencana mencari pekerjaan di Tangerang. Kebetulan dia memiliki keluarga yang terlebih dahulu tinggal di Tangerang.

"Saya berangkatnya ikut family yang kemarin mudik Lebaran," kata dia.


Dia mengaku enggan mencari pekerjaan di Wonogiri. Dia lebih memilih luar daerah dengan alasan mencari pengalaman baru.

Salah seorang calon perantau lain, Niken berujar, lebih tertarik bekerja di luar Wonogiri. Alasannya, lebih mudah mendapatkan uang dibanding di Wonogiri. Dia menganggap tempat kelahirannya itu belum bisa dijadikan andalan untuk mencari penghasilan.

"Di Cikarang itu kawasan industri, lebih bisa berkembang. Apalagi keluarga sudah turun temurun menjadi perantau," ujar dia.



Tonton juga video Urbanisasi dan Efek Bagi Kota Jakarta:

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)