DetikNews
Selasa 11 Juni 2019, 14:54 WIB

Soal Kasus Dugaan Makar, Buya Syafii: Polisi Wajib Terbuka

Ristu Hanafi - detikNews
Soal Kasus Dugaan Makar, Buya Syafii: Polisi Wajib Terbuka Buya Syafii Maarif, Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii, meminta polisi terbuka kepada publik terkait penanganan kasus dugaan makar. Buya pun mendukung proses hukum berjalan profesional agar kasus makar terungkap dengan terang.

"Harus diungkap, kalau tak diungkap negara lemah. Harus diungkap," kata Buya Syafii, Selasa (11/6/2019).

Hal itu disampaikan Buya seusai menerima kunjungan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di kediamannya di Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Tapi jangan dilebih-lebihkan, apa adanya saja. Dengan saksi-saksi, polisi saya rasa sudah paham itu," lanjutnya.

Buya menjelaskan, polisi dalam memproses kasus makar harus sesuai dengan fakta-fakta hukum yang ada.


"Kalau umpamanya faktanya A ya A saja, B ya B, jangan ditambah-tambah. Polisi harus terbuka, wajib, publik harus tahu, media," tandas mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Diketahui, polisi menetapkan tiga mantan pejabat tinggi TNI dan Polri menjadi tersangka kasus dugaan makar, yakni eks Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko, eks Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen dan eks Kapolda Metro Sofyan Jacob.

Buya pun berharap semua lapisan masyarakat menghormati proses hukum yang berjalan. Dia juga berpesan kepada semua pihak agar menjaga keutuhan bangsa dan negara.


"Jadi semua orang kan sama di depan hukum, siapapun orang itu, harus kita berpegang kepada itu," ujarnya.

"Ini bangsa kita bersama, bangsa ini jangan sampai oleng," imbuh Buya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed