detikNews
Rabu 05 Juni 2019, 11:59 WIB

Dibaiat ISIS, Pelaku Bom Kartasura Rencanakan Aksi sejak 2018

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Dibaiat ISIS, Pelaku Bom Kartasura Rencanakan Aksi sejak 2018 Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Semarang - Pelaku bom bunuh diri di Kartasura 2 hari lalu, Rofik Asharuddin atau RA (23) ternyata telah dibaiat oleh pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Bahkan RA sudah menyiapkan aksinya sejak 2018 dengan membeli bahan peledak hasil meminta uang ibunya.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel menjelaskan hasil investigasi dari kasus tersebut. Pertama yaitu barang elektronik yang dibawa pelaku di lokasi sama dengan yang ditemukan di rumah pelaku yang tidak jauh dari lokasi.

"Menyimpulkan bahwa barang-barang elektronik rangkaian bom yang ditemukan materialnya sama persis dengan yang ditemukan di rumah yang bersangkutan," kata Rycko di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (5/6/2019).

Hasil investigasi lainnya ternyata RA berkomunikasi dengan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi lewat facebook sejak tahun 2018 dan dibaiat. Ia didoktrin dengan ajaran yang syarat kekerasan.

"Kedua, pelaku sejak 2018 aktif komunikasi melalui medsos dan internet. Berkomunikasi denganan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. 2018 akhir berbaiat kepada Baghdadi," jelasnya.

Ia sempat mengajak bergabung ayah, ibu, dan kakaknya untuk bergabung dengannya tapi ditolak. Pelaku kemudian belajar membuat bahan peledak dengan membuat petasan dan diledakkan di lahan belakang rumah.

"Kemudian diajarkan cara membuat bahan peledak. Diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya, membuat mercon dibagi ke anak anak, latihan di belakang rumah yang ada sawah. Akhirnya buat bom seperti yang digunakan 2 hari lalu," terang Kapolda.

RA kemudian melakukan aksi seorang diri dengan anggapan aksinya adalah tindakan amaliyah seperti yang diajarkan ISIS. Pemuda itu bahkan sudah menyiapkan bom sejak 2018 dengan mencicil bahan-bahan yang dibeli dengan uang ibunya.

"Dia minta uang sama ibunya. Hanya dari ibunya. Beli alat dicicil sejak 2018, beli elektronik, bahan kimia untuk jadi black powder, kemarin casingnya panci, kalau panci ada di rumah. Dia meledakkan manual. Orangtua sudah ingatkan agar tidak buat-buat mercon, tahunya mercon besar," jelas Rycko.

"Sasarannya polisi, bukan masyarakat," imbuhnya.

Kapolda pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang karena Polri, TNI dan Pemda tetap akan menjaga keamanan. Selain itu Rycko juga berharap lapisan masyarakat mulai dari keluarga agar peduli mengantisipasi generasi muda terpapar radikalisme.


Tonton juga video Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura Terpapar Paham ISIS:

[Gambas:Video 20detik]


(alg/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed