detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 22:57 WIB

Bupati Bantul: Tarif Nuthuk Masuk Pungli, Bakal Ditindak

Pradito Rida Pertana - detikNews
Bupati Bantul: Tarif Nuthuk Masuk Pungli, Bakal Ditindak Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Menjelang libur lebaran, Bupati Kabupaten Bantul, Suharsono meminta Dishub dan polisi menindak tegas oknum yang mematok tarif tidak sesuai di tempat wisata. Terkait hal itu, Dishub dan polisi akan menyebar petugas di tempat wisata.

"Terkait tarif nuthuk, saya sudah sampaikan ke Dishub agar mengecek langsung ke lokasi (tempat wisata khususnya Pantai). Karena beberapa tahun lalu pernah ada yang (tarif parkir kendaraan) sampai Rp 50 sampai Rp 100 ribu," ujarnya saat ditemui di Kompleks Paramsaya Kabupaten Bantul, Rabu (29/5/2019).

"Dan meski akhir-akhir ini sudah tertib tetap saya suruh mengontrol (kenaikan tarif parkir dan retribusi di tempat wisata Pantai)," imbuh Suharsono.

Selain memantau adanya tarif parkir dan retribusi yang tidak sesuai di tempat-tempat wisata khususnya Pantai, Suharsono juga telah meminta instansi terkait untuk memantau harga makanan yang terkesan nuthuk. Menurutnya, pemantauan tarif sangat perlu dilakukan agar nantinya wisatawan yang berkunjung tidak kapok, bahkan berkeinginan untuk kembali lagi berwisata di Bantul.

"Kalau ada temuan dan itu terbukti jelas ada sanksinya, bisa sanksi peringatan atau lainnya," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul, Aris Suhariyanta mengaku telah menerjunkan tim khusus untuk memantau adanya kenaikan tarif parkir dan retribusi yang tidak wajar. Aris menjelaskan, tim khusus itu akan fokus di Pantai Parangtritis.

"Tim khusus terdiri dari 4 personel, sistem pemantauannya nanti mobile dari Pantai ke Pantai. Tim khusus itu hanya ditempatkan di kawasan Parangtritis karena kita keterbatasan personel," ucapnya.

"Dan untuk kenaikan tarif (parkir dan retribusi) memang biasanya terjadi di Parangtritis, dan (kalau musim liburan) pasti ada. Karena kalau di Mangunan tarifnya (parkir dan rertribusi) sudah sesuai," imbuh Aris.

Aris menjelaskan, merujuk Peraturan Bupati (Perbup) No.77 tahun 2017 tentang penyesuaian tarif parkir, khususnya tarif retribusi tempat khusus parkir non kawasan wisata, seperti Puskesmas dan Pasar. Di mana untuk non kendaraan bermotor dikenakan tarif parkir Rp 1.000, sepeda motor Rp 2 ribu, kendaraan roda 4 Rp 3 ribu, kendaraan roda 6 Rp 5 ribu dan kendaraan roda lebih dari 6 Rp 6 ribu.

Sedangkan untuk tarif retribusi tempat khusus parkir kawasan wisata, non kendaraan bermotor dikenai tarif Rp 1000, sepeda motor Rp 3 ribu, kendaraan bermotor roda 4 Rp 5 ribu, kendaraan bermotor roda 6 Rp 10 ribu, dan kendaraan bermotor roda lebih dari 6 Rp 15 ribu.

Selanjutnya, untuk tarif retribusi parkir tepi jalan umum yang telah menyesuaikan Perbup No.78 tahun 2017, untuk tarif parkir non kendaraan bermotor Rp 1000, sepeda motor Rp 2 ribu, kendaraan bermotor roda 4 Rp 3 ribu, kendaraan bermotor roda 6 Rp 5 ribu dan kendaraan bermotor roda lebih dari 6 Rp 10 ribu.

Terkait sanksi kepada oknum yang terbukti menaikkan tarif tidak sesuai peraturan, Aris menegaskan akan menindak oknum tersebut dengan pemberian sanksi. Bahkan, Dishub akan menggandeng polisi untuk melakukan penindakan lebih lanjut.

"Kalau ada dan terbukti ada yang menaikkan tarif parkir kita panggil pengelolanya dan klarifikasi dulu lalu dikenai sanksi. Untuk sanksi sendiri maksimal sampai pencabutan izin penyelenggaraan parkir, kalau sampai hukum kita akan menggandeng Polres (Bantul)," ujarnya.
Kapolres BantulKapolres Bantul Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan menyebut siap menindak secara hukum oknum yang menaikkan tarif di atas kewajaran. Dia berani menindak secara hukum karena menaikkan tarif tidak sesuai masuk dalam aksi pungutan liar atau pungli.

"Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan monitoring (di kawasan wisata Parangtritis), karena masuk pungli itu. Apalagi kalau itu (pungli) dibiarkan bisa mencoreng citra Pariwisata Bantul di mata wisatawan," ujarnya.

Sahat menambahkan, bahwa polisi tidak akan segan untuk menindak pelaku pungli, terlebih jika polisi telah mengantongi bukti-bukti kuat adanya praktik pungli.

"Sanksinya? Ya jelas pidana itu, tapi nanti kan tetao diproses dulu, kalau sudah ada bukti dan lengkap baru kita ajukan (proses hukum lebih lanjut). Karena itu, kalau ada wisatawan yang dimintai tarif seenaknya sama oknum-oknum itu sampaikan ke kita, nanti biar langsung kita tindaklanjuti," pungkasnya.



(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed