detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 14:51 WIB

Caleg Gerindra yang Ditangkap Gegara Hina Jokowi 2 Kali Mangkir Pemeriksaan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Caleg Gerindra yang Ditangkap Gegara Hina Jokowi 2 Kali Mangkir Pemeriksaan Polisi menunjukkan tangkapan ujaran kebencian oleh Maryanto. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Calon Legislatif DPR RI dari Gerindra, Maryanto ternyata sudah dua kali mangkir pemanggilan polisi terkait ujaran kebencian. Ujaran kebencian berupa menghina Presiden Joko Widodo tidak hanya dari unggahan status tapi juga di kolom komentar.

Kasubdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, AKBP Agung Prabowo mengatakan pemanggilan sudah dilakukan pada bulan Desember 2018 dan April 2019, sedangkan kasusnya sudah terendus sejak November 2018.

"Dua kali dipanggil tidak hadir Desember dan April. Ketiga maka dilakukan penindakan," kata Agung kepada detikcom di kantornya, Jalan Sukun Raya Semarang, Rabu (29/5/2019).

Penanganan cukup lama, kata Agung karena menunggu Maryanto menjalani proses pemilihan legislatif 2019. Kemudian tanggal 14 Mei 2019 lalu kebetulan pelaku berada di Masjid Mapolda Jateng.


"Penanangkapan di Masjid, kebetulan pelaku di sana dan kami sedang ada giat di Mapolda Jateng," ujarnya.

Kanit II Subdit V Siber Ditkrimsus Polda Jateng, AKP Gunawan Wibisono menambahkan penyelidikan berdasarkan patroli siber yang dilakukan di dunia maya. Kemudian ditemukan akun bernama Maryanto Gerindra yang memposting link tautan berisi ujaran kebencian yang menyebut Presiden Joko Widodo adalah PKI.

"Kami rutin melakukan patroli siber. Ada 3 unggahan termasuk komentar," kata Gunawan.

"Ini ada komentar dari teman-temannya. Dia mengatakan dulu Jokowi bukan Presiden tapi PKI, jadi ada 3 unggahan," imbuhnya.

Caleg DPR RI Dapil V Jateng itu kini mendekam di tahanan Mapolda Jateng dan terancam hukuman penjara di atas 5 tahun dan denda Rp 1 miliar karena melanggar Pasal 28 ayat 2 UU No.19/2016 berikut perubahannya pada UU No.11/2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Yang bersangkutan sudah mengakui postingan itu dan mengakui itu akunnya," pungkas Agung.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed