detikNews
Kamis 23 Mei 2019, 15:29 WIB

Pemudik Harus Hati-hati Kalau Lewat Jalur Pemalang-Purbalingga

Arbi Anugrah - detikNews
Pemudik Harus Hati-hati Kalau Lewat Jalur Pemalang-Purbalingga Foto: Arbi Anungrah/detikcom
Purbalingga - Pemudik yang akan menuju Purwokerto melintasi jalur Pemalang-Purbalingga agar lebih berhati-hati. Sebab di jalur ini banyak tikungan dan turunan tajam disepanjang jalan tersebut.

Dari pantauan detikcom pada Kamis (23/5/2019) mulai dari perbatasan Pemalang - Purbalingga tepatnya di Kecamatan Karangreja. Jalur sejak perbatasan Pemalang tersebut cenderung menurun dan menikung dengan kondisi jalan sedikit bergelombang karena aspal tambal sulam.

Jalur tersebut diprediksi menjadi jalur alternatif para pemudik setelah dibukanya tol Pemalang. Namun yang perlu diperhatikan saat melintasi jalur tersebut adalah kondisi kendaraan dan kondisi pengemudi yang harus tetap fokus karena kondisi jalan menurun dan menikung menyebabkan rawan kecelakaan sepanjang jalan tersebut.

Pada jalur tersebut juga tidak terlalu lebar, satu jalur hanya terdiri 2 lajur berbeda arah. Namun semenjak dibukanya tol Pemalang, jalur tersebut akan menjadi ramai dan menjadi jalur favorit pengemudi yang hendak menuju Semarang maupun Jakarta.

Pada jalan Pemalang-Purbalingga ini dapat bisa tembus ke Purwokerto dan merupakan jalur alternatif menuju Wonosobo, Banjarnegara, Kebumen. Biasanya pengemudi menggunakan jalan ini untuk menghindari kepadatan di Pasar Tonjong dan alternatif lain selain mengggunakan exit tol Pejagan yang diperkirakan akan mengalami kepadatan saat arus mudik mendatang.

Sepanjang jalan berhawa sejuk dengan pemandangan indah tersebut juga sudah terdapat SPBU dan rest area untuk kendaraan sebelum melanjutkan perjalanannya. Yang menarik, banyak sekali obyek wisata yang dapat dikunjungi pemudik sambil melepaskan lelah selama perjalanan, salah satunya lokasi wisata Goa Lawa Purbalingga.

Usai melintasi simpang tiga Bobotsari, arus kendaraan akan lebih padat menuju Kota Purbalingga. Pasalnya pada hari biasa, sepanjang jalan tersebut sudah padat oleh aktivitas warga sekitar yang hendak menuju Bobotsari maupun sebaliknya.
Jalan menurut di jalur Pemalang-PurbalinggaJalan menurut di jalur Pemalang-Purbalingga Foto: Arbi Anungrah/detikcom

Menurut Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Purbalingga, Sunarto kepada detikcom mengatakan nantinya jalur Pemalang-Purbalingga akan menjadi jalur yang sangat padat sekali.

"Nanti ini untuk Jalur antara Pemalang Purbalingga jelas akan sangat padat sekali, karena setelah dibukanya tol Pemalang, kurang lebih peningkatannya dua kali lipatnya kendaraan lewat sini, khususnya kendaraan pribadi dan kendaraan umum," kata Sunarto.

Titik rawan kecelakaan yang sangat sering terjadi di wilayah tersebut, yakni di turunan Bayeman, tepatnya di Desa Tlahap Lor, Kecamatan Karangreja. Pihaknya bersama Kepolisian memfokuskan perhatiannya pada jalur tersebut.

"Titik-titik rawan ada namanya Bayeman, itu tikungan tajam dan turun, turun dan sangat menikung tajam dan itu yang sering terjadi kecelakaan disitu. Makanya itu nanti jadi bahan perhatian kita, fokusnya disana," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, sepanjang jalan dan titik rawan kecelakaan telah dipasangi spanduk himbauan dan pengingat, agar pengemudi lebih hati hati dan waspada saat melintas jalur tersebut.

Ia menambahkan kendaraan pemudik yang nantinya akan melintasi jalur Pemalang-Purbalingga melalui Kecamatan Karangreja diharapkan dapat beristirahat di rest area yang telah disediakan. Tujuannya adalah untuk mendinginkan mesin kendaraan dan rem sebelum menuruni turunan Bayeman di Desa Tlahap Lor.
Pemudik Harus Hati-hati Kalau Lewati Jalur Pemalang-PurbalinggaFoto: Arbi Anungrah/detikcom

"Nanti ada rest area transit kendaraan kendaraan (Di Karangreja) untuk mendinginkan mesin atau mendinginkan rem. Karena selama ini banyak kecelakaan disini dimana jalan disini kan turun dan tikungan tajam, makanya sering terjadi kecelakaan karena remnya blong karena kena panas," kata Sunarto.

"Selain diminta untuk mengistirahatkan mesin kendaraan. Nantinya petugas kita yang dijalan untuk mengawal arus mudik akan mengingatkan kepada semua pengemudi atau pengguna jalan ini untuk menggunakan gigi rendah, dan kita pasang spanduk-spanduk himbauan penggunaan gigi rendah," jelasnya.

Selain mengantisipasi kecelakaan, pihaknya juga telah mengantisipasi jalur alternatif yang akan dipergunakan jika terjadi kepadatan kendaraan yang akan melintas di Purbalingga. Jalur alternatif tersebut diantaranya yang menuju ke Wonosobo dan Banjarnegara melalui Kecamatan Rembang.

"Kita sudah mempersiapkan untuk jalur alternatif. Jadi nanti yang ke Wonosobo maupun yang ke Banjarnegara dan ke Kebumen itu nanti bisa lewat Kecamatan Rembang, yang tembus Banjarnegara. Nantinya akan kita penuhi semuanya untuk fasilitas fasilitas jalannya, termasuk rambu rambu petunjuk," jelasnya.


Simak juga video 'Waspada! Ada Titik Rawan Erupsi di Jalur Mudik Anda':

[Gambas:Video 20detik]


(arb/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed