DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 15:19 WIB

Ini Dia Isi Surat Penolakan Warga Terhadap Kadus Perempuan di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Ini Dia Isi Surat Penolakan Warga Terhadap Kadus Perempuan di Bantul Surat penolakan dari warga. Foto: Dok Kepala Desa Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo.
Bantul - Sejumlah warga Dusun Pandeyan membuat surat keberatan tentang pelantikan Yuli Lestari sebagai kepala dusun. Dalam surat tersebut, yang menjadi dasar keberatan karena Yuli perempuan dan perilakunya dinilai kurang baik.

Berdasarkan foto yang diterima wartawan dari Kepala Desa Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo, surat keberatan itu berisi sebagai berikut:

Kami yang bertandatangan di bawah ini segenap warga Pandeyan RT 1- RT 5 Bangunharjo. Sehubungan dengan hasil penilaian tes calon Dukuh Pandeyan yang telah muncul sehingga menimbulkan gejolak karena melihat hasil ranking tes calon Dukuh atas nama:

1. Yuli Lestari
2. Daryanto

Dikarenakan warga Pandeyan RT 1- RT 5 merasa keberatan jika mempunyai Dukuh perempuan yang ranking 1, Yuli Lestari kami menghendaki untuk diganti dengan alasan kurang cakap dengan masyarakat sehingga kurang optimal dalam pelayanan seperti :

1. Ada masyarakat yang minta tanda tangan kepada RT 1 (Suami Yuli Lestari), beliau tidak meresponnya dengan baik.

2. Ada undangan (informasi) PTSL yang ditujukan kepada warga RT 1 tidak disampaikan oleh bapak RT 1 (Suami Yuli Lestari) sehingga warga terkejut dan marah-marah.

3. Dalam kegiatan sosial ibu-ibu di Pandeyan terlalu judes dan tidak ramah.

4. Selaku anggota BPD Bangunharjo yang dipercaya untuk menyampaikan aspirasi warga malah tidak disampaikan dan ternyata mengundurkan diri sebagai anggota BPD.

Apabila jika Dukuh Pandeyan perempuan kurang sigap dalam bekerja sebagai contoh:

1. Jika ada kejadian tengah malam susah untuk dihubungi dan susah untuk berkoodinasi.

2. Seperti contoh jika Dukuh perempuan di Kampung lain banyak mendapat komplain dari warga.

Bila mana permohonan ini tidak mendapatkan respon maka:

Ketua RT 2-RT 5 akan mengundurkan diri, Ketua LPMD, Ketua PKK Dusun Pandeyan dan Ketua Posyandu akan ikut mengundurkan diri dan kegiatan di Kampung Pandeyan akan lumpuh total.

Bila mana permohonan ini tidak dikabulkan, maka akan ada pengerahan masa yang besar di Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul.

Demikian permohonan ini agar dapat menjadi pertimbangan dan dikabulkannya. Sebagai lampiran surat ini kami sertakan tanda tangan warga yang tidak setuju jika Dukuh Pandeyan perempuan.

Tampak surat keberatan itu ditandatangani dan dicap oleh Ketua RT 2, RT 3, RT 4, RT 5, Ketua Posyandu dan Ketua PKK Dusun Pandeyan.

Kepala Desa Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo membenarkan adanya surat keberatan yang ditujukan kepada Pemerintah Desa Bangunharjo, namun ia menyebut tidak semua Ketua RT melakukan penolakan terhadap kepemimpinan Yuli sebagai Kepala Dusun atau Duku Pandeyan.


"Memang ada surat resmi terkait penolakan Dukuh Pandeyan yang mengatasnamakan warga. Tapi setelah kami investigasi ternyata yang menolak itu hanya warga RT 2 dan 3, kalau lainnya (RT 1,4 dan 5) tidak," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (20/5/2019).

Ardi menyebut penolakan yang dilakukan warga terhadap Yuli tidak berdasar. Mengingat selama proses seleksi Yuli tidak melakukan pelanggaran, bahkan dari hasil seleksi menempatkan Yuli di posisi teratas dibanding 5 calon kepala dusun lainnya.

"Semua syarat sudah dipenuhi dia (Yuli), nilai tesnya juga paling tinggi dan tidak melanggar apapun. Terus yang dijadikan dasar penolakan pada surat keberatan itu harusnya ada dasar hukumnya, dan ini dasar penolakannya karena (Yuli) dianggap galak, tidak ramah dan lain-lain, jadi bisa dikatakan penolakan warga tidak ada dasar hukumnya," ucapnya.


Ardi menambahkan, bahwa ia sudah bertemu dengan Yuli dan menyarankan agar segera menjalin komunikasi dengan warga yang melakukan penolakan. Selain itu, ia juga meminta kepada warga agar memberi waktu kepada Yuli untuk membuktikan kinerjanya.

"Saya sudah berkomunikasi dengan bu Dukuh untuk menemui mereka (warga yang menolak). Selain itu, untuk warga yang menolak juga saya minta agar memberi kesempatan bu Dukuh agar bekerja dulu sesuai dengan amanah yang diembannya," pungkas Ardi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed