DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 15:37 WIB

Bina Marga Segera Perbaiki Jalan Berlubang di Pantura

Akrom Hazami - detikNews
Bina Marga Segera Perbaiki Jalan Berlubang di Pantura Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Mendekati masa arus mudik lebaran, ternyata masih ditemukan adanya jalur berlubang di Pantura. Meski tidak banyak, namun itu akan menjadi perhatian untuk segera ditangani.

Hal itu disampaikan Dirjen Bina Marga, Sugiyartanto saat berada di jembatan Kolonel Sunandar perbatasan Kudus-Demak, Selasa (14/5/2019). Setelah sebelumnya dia memantau dari arah timur ke barat, sampai Kudus siang ini.

"Jalan-jalan utama yang lubang-lubng kecil sudah ketutup. Kalau dari segi waktu dan jumlah volume lubang yang ada, ya tinggal sedikit lagi. Untuk wilayah Jawa Tengah. Jawa Tengah yang prioritas Pantura ya, yang non-tol ya. Yang tol, Ndak usahlah kita ceritakan," kata Sugiyartanto kepada media di lokasi Jembatan Kolonel Sunandar.

Menurut dia jumlah jalan berlubang masih sedikit. Jalan tersebut bisa ditangani sebelum tanggal 24 Mei atau mendekati masa arus mudik tiba.

"Kalau lubang dari timur sisi selatan ya tinggal sedikitlah ya dengan sisa waktu yang kita kejar 24 Mei selesai. Memang ada juga pekerjaan yang masih kontrak. Misalnya rijit yang rusak 10 tahun lalu, sekarang harus diganti. Itu proses, yang penting kan kontrak," teragnya.

Penambalan jalan berlubang ada yang ditangani permanen atau tergantung dari tingkat kerusakannya.

"Memang pengerjaanya ada yang permanen, dengan cold miling. Dengan pekerjaanya lubangnya berjajar ditambal sekaligus. Kalau jarak lubangnya jauh, nanti kita passing. Nah itu memang pedomannya seperti itu. Di mana-mana," ungkap dia.
Perbaikan Jembatan Kol. Sunandar di KudusPerbaikan Jembatan Kol. Sunandar di Kudus Foto: Akrom Hazami/detikcom

Setelah mengikuti peresmian tol Pandaan-Malang, ia kemudian menyusuri masuk tol Pandaan, keluar Gresik, arah Lamongan, sampai Tuban, Bulu, Pati hingga Kudus.

"Saya memang mau melihat ini dan bisa saya lihat secara langsung infrastruktur yang kita siapkan dengan satker, balai, dan kontraktor hingga konsultannya. Supaya bisa dilihatnya sendiri untuk bisa melayani para pemudik," ujarnya.

Menurutnya kondisi lalu lintas, tergantung nanti pengaturannya dari polisi lalu lintas.

"Kan tinggal tiga saja penyebabnya. Kondisi infrastruktur seperti apa?pengaturan lalu lintasnya seperti apa? Penggunanya, perilakunya kayak apa? Kan gitu. Nah kalau infrastrukuturnya bagus, oleh polantas bagus, tinggal penggunanya harapannya disiplin," bebernya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Alik Mustakim menjelaskan terkait jembatan Kolonel Sunandar pihaknya akan melakukan loading test untuk mengukur beban yang dapat diterima oleh jembatan.
Bina Marga Segera Perbaiki Jalan Berlubang di PanturaFoto: Akrom Hazami/detikcom

"Loading test. Ada 25 truk. Masing-masing 22 ton berat standarnya. Nanti kita akan simulasi Jumat (17/5). Kita timbang dulu semua. Peralatan disiapkan. Loading test dilakukan Sabtu (18/5). Nanti bertahap kita akan membebani jembatan secara statis maupun dinamis," kata dia.

Jadi kalau secara statik, ya kita mulai dari pembebanan jembatan 2 buah, 4 buah, sampai maksimal. Kemudian berkurang lagi. Baik lendutannya, pergeserannya, segala macam. Termasuk dinamis, seperti beban kejut kayak jumpingan itu. Nanti kendaraan beban standar akan dijatuhkan ke dalam jembatan, nanti akan dilihat perilaku frekuensi strukturnya, apakah dia lebih tinggi jembatannya. Kami optimistis," terangnya.

Dalam loading test, pihaknya akan membebani 350 ton. Berat beban itu sekitar 72% dari beban. Beban jembatan sekitar 500 ton.

"Nanti kita evaluasi hari Minggu. Senin (20/5) sore kita akan open traffic atau pembukaan arus lalu lintas jembatan, " pungkas dia.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed