DetikNews
Jumat 10 Mei 2019, 22:36 WIB

Rekapitulasi PPWP Selesai, Jokowi-Ma'ruf Sapu Bersih di DIY

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rekapitulasi PPWP Selesai, Jokowi-Maruf Sapu Bersih di DIY Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Rekapitulasi pemilu tingkat Provinsi DIY, khususnya untuk jenis Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP), di lima kabupaten/kota telah disahkan. Hasilnya, paslon 01 Jokowi-Ma'ruf menang di seluruh kabupaten/kota di DIY.

Dari pengamatan detikcom pada layar proyektor yang menampilkan hasil penghitungan PPWP Kabupaten Sleman, paslon 01 memperoleh 475.946 suara dan paslon 02 mendulang 238.217 suara. Sedangkan suara sah PPWP di Kabupaten Sleman sejumlah 714.163 suara dan yang tidak sah 13.240 suara.

Masih dari pengamatan detikcom di pada model DC I PPWP, hasil penghitungan PPWP Kota Yogyakarta, paslon 01 memperoleh 179.048 suara. Sedangkan paslon 02 memperoleh 92.166 suara. Untuk suara sah 271.214 suara dan untuk suara tidak sah sebanyak 4.338 suara.

Selanjutnya, hasil rekapitulasi PPWP di Kabupaten Bantul juga menjadikan paslon 01 sebagai juara. Jokowi-Ma'ruf berhasil mendulang 427.755 suara. Sedangkan paslon 02 Prabowo-Sandi memperoleh 202.815 suara. Jumlah suara sah mencapai 630.570, disusul suara tidak sah 13.509 suara.

Selanjutnya rekapitulasi suara Kabupaten Kulon Progo di ruang Yudhistira Jogja Expo Center (JEC), paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf mendulang 192.772 suara. Sedangkan paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi berhasil meraup 92.917 suara.

Untuk jumlah suara sah sendiri mencapai 285.689 dan suara tidak sah mencapai 7.461 dengan total jumlah jumlah pemilih 293.150.

Kabupaten Gunungkidul, paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf memperoleh 379.653 suara. Disusul paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi dengan perolehan 116.366 suara. Untuk suara sah 496.019 suara dan suara tidak sah 13.476 dengan jumlah pemilih 509.495 suara.

Total jumlah suara sah PPWP di DIY mencapai 2.397.655 dan suara tidak sah mencapai 52.024. sedangkan jumlah total pemilih yang menggunakan hak suaranya untuk PPWP di DIY 2.449.679 pemilih.

Wakil Sekretaris TKD Jokowi-Ma'ruf di DIY Eko Suwanto mengatakan paslon 01 menang di seluruh kabupaten/kota di DIY. Kabupaten Sleman menjadi kabupaten terakhir yang rekapitulasi PPWP-nya disahkan KPU DIY hari ini.

"(Perolehan suara PPWP di lima kabupaten/kota DIY) sudah disahkan bersama, dan saya sampaikan Jokowi-Ma'ruf alhamdulillah menang di DIY dengan perolehan suara total 1.655.174 atau setara dengan 69,03 persen. Sedangkan paslon 02, 742.481 suara atau 30,97 persen dari jumlah total suara sah 2.397.655 suara," ujar Eko saat ditemui di ruang Yudhistira Jogja Expo Center (JEC), Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat (10/5/2019) malam.




Eko mengakui perolehan suara Jokowi-Ma'ruf memang tidak sesuai target yang ditetapkan TKD. Sebab, target TKD adalah 70 presen. Kendati demikian, TKD DIY tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Target pertama 70 persen, tapi kan kurang sedikit saja, dan target angka ini sudah bagus. Yang jelas kita bersyukur, dan kemenangan ini sepenuhnya untuk rakyat Indonesia," katanya.
Hamdan KurniawanHamdan Kurniawan (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Sementara itu, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menambahkan jumlah petugas Pemilu yang meninggal dunia bertambah 1 orang dan petugas yang sakit bertambah 3 orang.

"Update terakhir hari ini ada 13 orang (petugas pemilu) yang meninggal dunia dan untuk yang sakit ada 55 orang," ungka Hamdan seusai acara rekapitulasi.

Hamdan melanjutkan, satu orang petugas pemilu yang meninggal bukanlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemilu Serentak (KPPS). Kendati demikian, Hamdan mengaku akan mengurus santunan kepada yang bersangkutan.

"Jadi satu orang petugas pemilu yang meninggal dunia itu dari Linmas (Perlindungan Masyarakat)," kata Hamdan.

Terkait masalah santunan kepada para petugas pemilu yang meninggal setelah bertugas, Hamdan mengatakan hingga saat ini belum ada yang menerima santunan. Menurutnya, hal itu karena saat ini masih dalam proses verifikasi data oleh KPU.

"Belum (ada petugas KPU yang meninggal dunia dan sakit menerima santunan), karena saat ini masih proses verifikasi data. Selanjutnya data itu diserahkan ke Jakarta (KPU RI) untuk ditindaklanjuti," pungkas dia.



(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed