detikNews
Kamis 09 Mei 2019, 20:15 WIB

Terungkap! Ribuan Suara PPP di Sleman Bergeser ke Nasdem

Ristu Hanafi - detikNews
Terungkap! Ribuan Suara PPP di Sleman Bergeser ke Nasdem Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Sebanyak 1.508 suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Sleman bergeser ke parpol lain, salah satunya adalah Partai Nasdem. Hal itu terungkap dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi KPU Sleman.

"Faktanya ada pergeseran suara, ada beberapa parpol yang mencolok. Suara PPP (berkurang 1.508), geser ke Nasdem sekitar 1.200 suara, ada juga berkurang, Partai Berkarya dan partai meski jumlahnya tidak sebanyak PPP. Ini khusus di Kecamatan Depok," kata Koordinator Divisi Data Hukum dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, ditemui seusai rapat pleno KPU Sleman di kantor Bappeda Sleman, Kamis (9/5/2019).

Arjuna menyebut kondisi itu masuk kategori temuan Bawaslu karena terungkap di rapat pleno terbuka yang dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Sleman.

"Di Bawaslu ada temuan dan laporan, kalau konteksnya saat ini kami tahu ada temuan, ya kami tindaklanjuti. Kalau kami biarkan nanti kita salah melanggar kode etik," jelasnya.

"Yang jelas ada fakta hukum, kalau PPP mau melapor lebih bagus, tapi prinsip kami, itu temuan, kami ketahui, ada fakta hukum, pasti kita tindaklanjuti untuk dikaji apakah masuk pelanggaran pidana, kode etik, atau administrasi," lanjutnya.

Bawaslu juga akan menelusuri apakah ada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas Panwascam.

"Nanti kami akan sidangkan etiknya, kalau ditemukan bukti pelanggaran etik. Kalau PPK, nanti itu ranah KPU," imbuh Arjuna.

Mengenai adanya suara PPP yang bergeser ke parpol lain, Nasdem, Ketua DPC Nasdem Sleman, Surana memastikan pihaknya bersikap fair play.

"Kami tak pantau secara langsung, karena kebetulan saya di luar kota. Tapi saya dapat laporan, kalau ada persoalan, pergeseran. Ya kalau memang keliru ya harus dikembalikan ke yang punya hak," kata Surana saat dihubungi wartawan, Kamis (9/5/2019).

"Prinsipnya, dikembalikan ke yang punya hak siapa. Kita harus fair play-lah, saya rasa itu," tandasnya.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed