DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 14:21 WIB

Sejak 2017, 126 Perlintasan KA Tanpa Palang di Daop 4 Semarang Ditutup

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sejak 2017, 126 Perlintasan KA Tanpa Palang di Daop 4 Semarang Ditutup Perlintasan kereta api dekat stasiun Weleri, Kabupaten Kendal. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Kendal - Sebanyak 390 perlintasan kereta api sebidang tanpa palang terdapat di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang. Sejak tahun 2017 tercatat sudah ada 126 perlintasan tanpa palang yang ditutup.

"Tahun 2017 dapat amanah 103 perlintasan sebidang ditutup. Tahun 2018 dapat amanah tutup 16 perlintasan liar. Tahun ini (dari) sekitar 10 perlintasan, hingga bulan ini sudah 7 ditutup," ujar Deputy Executive Vice President PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang Daniel Johannes Hutabarat.

Hal ini disampaikan Daniel saat meninjau perlintasan kereta api di dekat Stasiun Weleri, Kabupaten Kendal, Jumat (3/5/2019). Daniel mengungkap di wilayahnya ada total 462 perlintasan sebidang yang dijaga maupun tidak.

"Sebanyak 72 perlintasan dijaga palang pintu sisanya 390 tidak dijaga, titik rawannya ini," imbuhnya.


Selain pemasangan rambu, lanjut Daniel, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menutup perlintasan tanpa palang pintu.

Ia menjelaskan berbagai upaya memang sudah dilakukan untuk pengamanan di perlintasan kereta. Namun tetap saja ada pengendara bandel termasuk emak-emak yang viral karena berusaha menerobos perlintasan di Demak.

"Kita sudah upayakan, nah yang itu (kasus di Demak) termasuk yang tidak patuh, masih ada pintu pun diterobos," ujarnya.

Untuk hari ini, pemasangan rambu dilakukan di perlintasan padat dekat Stasiun Weleri. Para pedagang di sekitar lokasi mengaku sering ada kecelakaan karena orang yang tidak memperhatikan ada kereta lewat.

"Sering di sini. Ada yang keserempet, kita teriak teriak ngasih tahu. Kita inginnya ada palangnya," ujar salah satu pedagang, Ninik.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Angkutan Kereta Api, direktorat jendral kereta api Kementerian Perhubungan, Ammana Gapa menjelaskan ada 395 kejadian kereta api tertemper kendaraan bermotor di perlintasan.

"Dengan korban meninggal sebanyak 59 jiwa dan luka ringan 77 orang serta luka berat 109 orang," tuturnya.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed