Jual Satwa Langka, Sopir Lintas Provinsi Ditangkap Polisi

Wikha Setiawan - detikNews
Jumat, 26 Apr 2019 16:13 WIB
Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Seorang sopir lintas Jawa-Sumatra ditangkap jajaran Polres Jepara karena menjual satwa dilindungi. Aktifitas jual-beli dilakukan pelaku melalui media sosial.

Anan (20), warga Kecamatan Bangsri ditangkap berikut barang bukti berupa hewan kera jenis Macaca, Owa Sumatra, dan Lutung Jawa. Hewan-hewan tersebut diambilnya dari para penjual liar, setelah mendapat pesanan.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibowo mengatakan, pelaku memanfaatkan media sosial berupa facebook dan Whats App (WA) untuk menjual satwa langka itu.

"Dalam keterangannya, pelaku sudah empat bulan melakukan jual beli satwa. Ia mengaku satwanya itu dibeli dari penjual untuk kemudian dijual kembali," ujarnya kepada wartawan di Mapolres Jepara, Jumat (26/4/2019)

Untuk saat ini, pelaku diamankan berikut barang bukti hewan yang dijualnya.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 21 undang-undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam. Ia terancam pidana maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta," tegasnya.

Sementara, Anan mengakui bahwa perbuatannya itu melanggar hukum. Satwa yang dijualnya merupakam hewan yang dilindungi.

"Saya kerjanya sopir lintas Sumatera-Jawa. Saya belinya dari penjual di pinggir-pinggir jalan, lalu saya jual lagi. Kalau ini (empat kera) sebenarnya pesanan, tapi tak diambil-ambil. Kalau ini saya tahu hewan yang dilindungi, tapi bagaimana, wong ada yang pesan," kata dia.

Dia mengaku tidak mengambil untung dari penjualan satwa langka itu.

"Saya beli sekitar Rp 800 ribu. Saya jual segitu, tidak ambil untung," jelasnya.

Namun, hal itu dibantah dari anggota Benfica, sebuah kelompok pemerhati satwa bahwa harga seekor satwa yang dijual oleh pelaku, bisa mencapai Rp 10 juta.

"Untuk Owa Sumatra dan Lutung Jawa harganya mahal. Sekitar 8-10 juta rupiah untuk Owa dan 3-4 juta rupiah untuk Lutung Jawa. Sementara untuk makaka harganya ratusan ribu," tuturnya, yang enggan disebut namanya.

Ia menjelaskan, untuk jenis Owa Sumatra dan Lutung Jawa merupakan hewan dilindungi Apendix 1. Sementara Macaca tidak. Namun hal itu perlu dikhawatirkan, sebab modus yang digunakan oleh penjual satwa dilindungi semakin canggih.

Selanjutnya, hewan yang kini diamankan di Mapolres Jepara, akan diserahkan pada BKSDA Jawa Tengah untuk dipulihkan dan dilepasliarkan.
(bgk/bgs)