Rembang Siapkan Anggaran Dana Desa untuk Hadapi Musim Kemarau

Arif Syaefudin - detikNews
Kamis, 04 Apr 2019 13:18 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Rembang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Jawa Tengah akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2019. Berdasarkan prakiraan BMKG, Kabupaten Rembang masuk dalam kategori salah satu wilayah yang mengalami musim kemarau terpanjang di wilayah Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menanggapinya dengan penguatan hingga tingkat pemerintah desa.

Kepala seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Risang mengatakan,pihaknya telah menggelar sosialisasi ke desa-desa yang berdasarkan catatan tahun lalu menjadi daerah rawan kekeringan saat musim kemarau.

Dia menjelaskan pemerintah desa dianjurkan untuk menyiapkan anggaran khusus untuk dropping air ketika kekeringan melanda. Selain itu, pihak Pemerintah Kabupaten juga telah menyarankan pada desa segera membuat tandon air, menggunakan Dana Desa.

"Kita sosialisasi, kita gelar pertemuan, terutama di desa-desa. Itu sudah kita ingatkan untuk mengalokasikan dana kebencanaan. Itu dimaksud pada saat musim kemarau kalau kebutuhan air bersih susah, itu bisa dipakai untuk pengadaan air. Meskipun dari BPBD juga sudah menyiapkan, tapi kan tidak seberapa," jelas Risang kepada detikcom, Kamis (4/4/19).

Ia tak memungkiri, meskipun wilayah Kabupaten Rembang diprediksi akan terjadi musim kemarau lebih awal dan lebih lama durasinya dibanding wilayah lain di Jawa Tengah, namun pemkab masih memberikan perlakuan sama dengan kondisi musim kemarau tahun kemarin.

"Kalau kemarin kan juga parah. Bahkan ada Kecamatan yang sejak dahulu tidak pernah mengajukan bantuan air bersih, tapi kemarin sampai mengajukan permohonan bantuan air bersih. Relatif sama sih, berdoa saja kondisi tahun ini tak separah tahun kemarin," paparnya.

"Yang pasti kita sudah mengantisipasi itu, makanya kita sudah mengkomunikasikan kepada seluruh elemen masyarakat. Kita sudah menggalakkan semua komponen yang bisa kita libatkan. Tanggung jawab kebencanaan itu bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat dan dunia usaha juga," lanjut Risang.

Berdasarkan data pada tahun 2018 kemarin, ada sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Rembang yang mengalami musibah kekeringan. Hanya ada 1 Kecamatan yang luput dari kekeringan yakni kecamatan Sale. BPBD mencatat, total ada 1.600 tangki yang disalurkan untuk bantuan air bersih.

(bgk/bgs)