Hashim Prihatin UGM Kehabisan Guru Besar Sastra Jawa

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 23:23 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Pengusaha Hashim Djojohadikusumo menilai pemerintah kurang memperhatikan pelestarian budaya di Indonesia. Ia mencontohkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kehabisan guru besar Sastra Jawa.

"Saya sudah 13 tahun mendukung Fakultas Seni Budaya di universitas-universitas, dan saat ini saya prihatin karena diberitahu kalau guru besar Sastra Jawa di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM tinggal 1, dan guru besar itu (bulan) Juli pensiun dan tidak ada penggantinya," ujar Hashim saat menghadiri pembukaan pameran Ekspresi Akal Sehat di Luxor Hall Pyramid, Jalan Parangtritis, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Selasa (2/4/2019) malam.

"Dan itu sangat-sangat tidak baik, tidak boleh universitas besar itu tidak punya guru besar Sastra Jawa. Karena itu adalah penghinaan terhadap suku Jawa dan tidak bisa ditolerir," imbuhnya.

Hashim mengatakan sastra merupakan bagian kebudayaan Indonesia. Karena itu pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kelestarian sastra di universitas-universitas.

"Karena UGM itu salah satu benteng budaya Jawa menurut saya, dan tidak adanya pengganti guru besar sastra Jawa sungguh menyedihkan, sungguh memalukan. Tidak boleh hal seperti ini terus-terusan terjadi, saya sama keluarga ikut terpukul sebagai pemerhati seni dan budaya Indonesia," katanya.

Hashim pun menambahkan hal itu menjadi bukti Pemerintah Indonesia kurang mendukung pelestarian budaya di Indonesia.

"Karena itu, pemerintah yang baru besok akan beri anggaran besar untuk kebudayaan dan menciptakan guru besar Bahasa Jawa di UGM," pungkasnya.
(bgk/bgs)