DetikNews
Senin 01 April 2019, 08:07 WIB

Tadinya Penuh Sampah, Saluran Irigasi di Bantul Disulap Jadi Cantik Begini

Pradito Rida Pertana - detikNews
Tadinya Penuh Sampah, Saluran Irigasi di Bantul Disulap Jadi Cantik Begini Saluran irigasi, Blawong Satu Riverside Tubing, Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Sebuah saluran irigasi primer di Kecamatan Jetis, Bantul disulap menjadi tempat wisata air yang ramah bagi anak-anak. Padahal, sebelum bernama Blawong Satu Riverside Tubing, tempat tersebut dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga.

Berlokasi di Dusun Blawong Satu, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Blawong Satu Riverside Tubing sangat mudah ditemukan. Di mana pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat sejauh 13 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta ke arah selatan, tepatnya ke Jalan Imogiri Timur, Bantul.

Memasuki Jalan Imogiri Timur KM 11, nantinya akan tampak sebuah gapura bertuliskan 'Dusun Blawong I' yang berada di sebelah timur jalan tersebut. Setelah itu, pengunjung hanya perlu menyusuri jalan cor blok ke arah timur hingga menemukan sebuah jembatan dari beton yang berwarna warni.

Perlu diketahui, jarak dari gerbang masuk Dusun ke lokasi tempat wisata hanya ratusan meter dengan waktu tempuh sekitar 2-3 menit. Sesampainya di jembatan yang berdiri di atas saluran irigasi dengan lebar sekitar 15 meter, pengunjung akan mendapati aliran air yang terbilang masih bening.

Melongok lebih dekat ke arah saluran tersebut, pengunjung akan mendapati anak-anak sedang bermain air, berenang hingga menyusuri aliran air tersebut dengan sebuah pelampung dari ban karet berukuran besar. Tak hanya itu, tampak pula beberapa anak melompat dari atas tanggul yang berada di pinggir saluran tersebut, bahkan ada pula anak-anak yang melompat dari jembatan untuk menceburkan diri ke saluran irigasi primer tersebut.

Salah seorang pengurus dari Kelompok Desa Wisata Blawong Satu (Dewa Batu) yang mengelola Blawong Satu Riverside Tubing, Imam Nurhardo (40) mengatakan bahwa tempat wisata air tersebut belum lama dibuka. Mengingat pengembangan Blawong Satu Riverside Tubing baru dimulai bulan Januari 2019.

"Pengembangannya (Blawong Satu Riverside Tubing) mulai bulan Januari (2019) dan baru dibuka bulan Februari," ujarnya saat ditemui detikcom di Blawong Satu Riverside Tubing, Dusun Blawong Satu, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Minggu (31/3/2019).

Lanjut Imam, tempat wisata tersebut dulunya adalah saluran irigasi primer yang dialiri air dari sungai Opak. Selain itu, dahulu saluran irigasi tersebut sangat kotor dan tidak layak digunakan untuk tempat bermain air, bahkan berenang.

Saluran irigasi, Blawong Satu Riverside Tubing, Bantul. Saluran irigasi, Blawong Satu Riverside Tubing, Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Ini (saluran irigasi) dulu penuh semak belukar dan limbah rumah tangga, kotor pokoknya. Terus tahun 2017 itu ada proyek dari Dinas Pengairan (Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Drainase Dinas PUP-ESDM DIY) untuk memperbaiki dan bawah saluran di plester," ujarnya.

Lebih lanjut, proyek perbaikan saluran dari Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Drainase Dinas PUP-ESDM DIY tersebut dilaksanakan secara bertahap dari tahun 2017 hingga tahun 2018. Setelah proyek selesai, aliran air di saluran tersebut semakin lancar dan tidak begitu kotor seperti sebelum-sebelumnya.

"Tapi yang disayangkan masih ada beberapa warga yang membuang limbah (rumah tangga) di aliran irigasi. Karena itu kami lakukan sosialisasi ke warga agar tidak membuang limbah ke situ," katanya.

Sembari melakukan sosialisasi, tercetuslah ide untuk mengembangkan saluran irigasi tersebut sebagai tempat wisata susur sungai dan bermain air. Terlebih dengan adanya tempat wisata mewajibkan masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran tersebut.

Saluran irigasi, Blawong Satu Riverside Tubing, Bantul. Saluran irigasi, Blawong Satu Riverside Tubing, Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Ya ada pro kontranya saat sosialisasi ke masyarakat, tapi dengan pendekatan secara pribadi akhirnya mereka sadar dan mendukung saluran irigasi untuk dijadikan tempat wisata air. Jadi dengan dibuat tempat wisata sebenarnya untuk sterilisasi aliran irigasi juga," ujarnya.

"Untuk memastikan air tidak tercemar, kami kerjasama dengan Dinas Pengairan (Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Drainase Dinas PUP-ESDM DIY) untuk secara rutin membersihkan saringan di pintu air yang ada di sebelah utara saluran irigasi ini," imbuh Imam.

Sambung pria berambut cepak ini, untuk menambah daya tarik wisata, warga Dusun Blawong Satu turut menghias jembatan dan tanggul saluran irigasi dengan beraneka warna cat serta mural. Menurutnya Imam, dana yang digunakan membangun Blawong Satu Riverside Tubing merupakan swadaya masyarakat.

"Untuk pengelola dan pemandu tempat wisata ini ada sekitar 50 orang pemuda. Banyak karena kita ada yang bagian mengawasi saat anak-anak bermain dan berjaga di sebelah selatan saluran," katanya.

"Karena kan aliran airnya dari utara ke selatan dengan panjang sekitar 900 meter dan kedalamannya 1 sampai 1,5 meter," imbuhnya.

Imam menuturkan, untuk menikmati wisata air di Blawong Satu Riverside Tubing pengunjung hanya dikenakan biaya sewa rompi pelampung, ban pelampung dan jasa pemandu. Selain itu, disediakan pula untuk paket untuk menyusuri aliran irigasi tersebut dari arah utara ke selatan.

"Kalau biaya ada paketan, jadi setiap orang bayar Rp 10 ribu, itu sudah sama satu ban pelampung, rompi pelampung, minuman hangat dan jasa pemandu susur aliran irigasi. Tidak paketan juga bisa, hanya sewa rompi Rp 3 ribu atau ban pelampung Rp 3 ribu," ucap Imam.

Tadinya Penuh Sampah, Saluran Irigasi di Bantul Disulap Jadi Cantik BeginiSaluran irigasi, Blawong Satu Riverside Tubing, Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom


Imam menambahkan, untuk Blawong Satu Riverside Tubing sendiri buka setiap hari. Namun untuk waktu buka sendiri bervariasi, seperti untuk hari Senin sampai hari Kamis buka mulai jam 3 sore, sedangkan untuk hari Jumat buka jam 1 siang dan hari Sabtu-Minggu mulai buka dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Sementara itu, pengurus Dewa Batu lainnya, Erwin Purnomo (26) mengatakan, bahwa sebagian besar pengunjung Blawong Satu Riverside Tubing adalah anak-anak usia PAUD, TK dan SD. Menurutnya, hal itu karena kedalaman air pada saluran irigasi primer yang tergolong masih rendah.

"Paling banyak pengunjung kalau akhir pekan seperti ini, pengunjungnya bisa puluhan orang dan rata-rata masih usia anak-anak," ujarnya.

Erwin menambahkan, bahwa ke depannya ia bersama pengurus lainnya akan mengembangkan Dewa Batu. Hal itu agar pengunjung yang datang semakin banyak.

"Rencana ke depannya mau menambah area outbound dan beberapa permainan. Selain itu kita mau menata pedagang makanan juga agar pengunjung lebih nyaman saat ke sini (Blawong Satu Riverside Tubing)," ucapnya.

Terpisah, salah seorang pengunjung yakni Widi Firmansyah (11) mengatakan, bahwa ia sering sekali mengunjungi Blawong Satu Riverside Tubing. Hal tersebut karena air di saluran irigasi terbilang bersih dan cocok untuk berenang serta bermain air.

"Hampir setiap hari ke sini (Blawong Satu Riverside Tubing), karena murah, bersih dan teman-teman banyak yang mengajak berenang juga," ucap Widi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed