Prakiraan BMKG: Tahun Ini Sebagian Jateng Alami Kemarau 7 Bulan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 31 Mar 2019 18:45 WIB
Ilustrasi Kekeringan (Foto: Getty Images)
Semarang - Sejumlah daerah di Jawa Tengah diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal. Selain itu ada juga yang nantinya mengalami kemarau selama 7 bulan.

Stasiun Klimatologi Semarang sebagai Unit Pelaksana Teknis BMKG di Provinsi Jawa Tengah memprediksi secara umum kemarau di Jateng terjadi bulan Mei namun ada yang akan dimulai pada bulan April.

"Daerah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal yaitu sebagian besar wilayah Blora, Rembang dan Wonogiri. Lalu, sebagian wilayah Pati, Jepara serta Grobogan," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, di Pameran Inavest dan Semarang Idecraft 2019, Minggu (31/3/2019).


Musim kemarau terpendek akan dialami di daerah Cilacap Selatan sedangkan paling lama yaitu 7 bulan ada di sebagian Rembang dan sebagian Pati.

"Sejumlah daerah akan mengalami musim kemarau paling panjang selama 7 bulan di Kabupaten Rembang bagian Timur dan Pati bagian Utara," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Semarang, Iis Widya Harmoko, menambahkan musim kemarau tahun ini di Jawa Tengah mundur satu dasarian atau sama dengan 10 hari dari norml. Dia pun mengimbau petani memperhatikam pola tanam.

"Puncak kemarau kami prediksi rata-rata pada bulan Agustus 2019," ujar Iis.


Ia menambahkan, pada musim kemarau nanti tetap ada kemungkinan hujan namun dengan intensitas ringan. Sedangkan hal yang perlu diperhatikan yaitu cuaca ekstrem yang bisa terjadi pada masa peralihan musim hujan ke kemarau.

"Biasanya disertai dengan cuaca ekstrem, sebagai contoh hujan lebat yang disertai dengan petir, namun berlangsung dalam waktu yang singkat," tandasnya. (alg/mbr)