DetikNews
Sabtu 30 Maret 2019, 07:41 WIB

Round-Up

Cak Nun Bicara Golput, Tipe Pemimpin Ideal hingga Pilihan di TPS

Usman Hadi - detikNews
Cak Nun Bicara Golput, Tipe Pemimpin Ideal hingga Pilihan di TPS Cak Nun (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Budayawan Emha Ainun Nadjib menanggapi tentang fenomena golput yang diharamkan MUI dan didukung NU. Dia juga memastikan akan datang ke TPS saat pemungutan suara. Untuk nyoblos? Belum tentu juga, karena dia enggan menjelaskannya.

Cak Nun, demikian lelaki kelahiran Jombang itu akrab disapa, memastikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di pemilu 2019. Lantas, siapa paslon capres-cawapres yang dipilihnya?

"Saya selalu datang ke TPS. Pertimbangan saya nomor satu adalah rukun sama tetangga. Mereka panitia capek-capek, masak saya nggak datang, saya datang," ujarnya di Rumah Maiyah Kadipiro, Yogyakarta, Jumat (29/3/2019).


"Perkara saya di dalam TPS ngapain, kan Anda ndak boleh tahu, yang tahu hanya tuhan sama malaikat," sambungnya.

Cak Nun mengibaratkan memilih presiden layaknya memilih seorang istri. Tak mungkin dirinya mengumbar istri yang dipilihnya ke khalayak ramai. Sebab memilih adalah perkara rahasia yang tak perlu diketahui publik.

"Ada sesuatu dalam hidup yang memang harus kita rahasiakan, harus memang. Ada yang sebaiknya tidak (dirahasiakan), ada yang tidak boleh dirahasiakan... Tapi harus ada pembagian tema, konteks yang tepat," ucapnya.

Disinggung mengenai arah dukungan Jemaah Maiyah, Cak Nun menegaskan tidak ada keharusan bagi Jemaah Maiyah untuk mendukung paslon capres-cawapres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin atau 02 Prabowo-Sandi.

"Maiyah bukan organisasi, tidak punya kesatuan pendapat," tegasnya.


Sebagai informasi, Maiyah adalah forum yang dibentuk Cak Nun bersama jemaah pengajian Padhang Mbulan. Secara harfiah, Maiyah berasal dari kata ma'a yang berarti bersama. Kini, Jemaah Maiyah tersebar di berbagai kota.

"Jadi Maiyah bukan golongan, bukan. Maiyah nggak ada nggak apa-apa, yang penting manusianya tumbuh lebih seimbang, lebih matang, lebih stabil, dan lebih punya presisi untuk memilih apa-apa," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Cak Nun juga mengomentari fatwa golput haram yang dikeluarkan MUI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang didukung Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DIY. Cak Nun tak mempermasalahkannya.


"Mangga (silakan), nggak ada masalah itu haknya MUI dan Bahtsul Masail (PWNU DIY). Kalau saya tidak punya legalitas untuk berfatwa," ujar Cak Nun merendah.

Terlepas dari pro dan kontra fatwa golput haram, Cak Nun membeberkan kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin. Menurutnya seorang pemimpin harus berdiri di atas semua kepentingan golongan.


"Harus ada para pemimpin yang berinisiatif, rendah hati satu sama yang lain, arif satu sama lain, dan mengabdi kepada rakyat satu sama lain. Karena di Indonesia ini yang harus menang kan rakyat, bukan kelompok manapun," tutupnya.Cak Nun ke TPS Pas Pemilu, Nyoblos Jokowi atau Prabowo?


Simak Juga 'MUI Haramkan Golput, Begini Tanggapan Cak Nun':

[Gambas:Video 20detik]


(ush/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed