Menaker: Perusahaan Harus Beri Kesempatan Pekerja Nyoblos

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 28 Mar 2019 17:04 WIB
Foto: Pradito R Pertana/detikcom
Bantul - Menjelang Pemilu bulan April mendatang, Menaker RI, M. Hanif Dhakiri meminta semua pekerja untuk menggunakan hak pilihnya. Bahkan, perusahaan-perusahaan tidak boleh menghalangi para pekerja untuk mencoblos saat pemilu.

Ia mengatakan menggunakan hak pilih saat pemilu merupakan kewajiban setiap warga negara, tak terkecuali para pekerja. Terlebih apabila warga tersebut telah memenuhi kriteria dan tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2019.

"Itu (menggunakan hak pilih pemilu) kewajiban dan kalau (perusahaan) menghalangi nggak boleh. Justru kalau misal pas hari H pencoblosan itu pekerja harus diberikan kesempatan, apalagi masuk libur nasional kan itu (saat pemilu)," ujar Hanif usai membuka The 6th ASEAN OSHNET conference di Grand Dafam Rohan Hotel, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Kamis (28/3/2019).

Namun, diakui Hanif bahwa ada beberapa perusahaan yang tetap mempekerjakan pekerjanya saat hari libur. Hal itu khususnya dilakukan perusahaan yang bergerak pada bidang produksi barang tertentu.

[Gambas:Video 20detik]


Menurut Hanif, hal tersebut diperbolehkan apabila menyangkut kelangsungan produksi barang sebuah perusahaan.

"Kalau misalnya ada pengusaha mempekerjakan mereka (para pekerja saat pemilu) itu berarti lembur, dan mereka harus diberi kesempatan untuk mencoblos (menggunakan hak pilih pemilu)," ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa terkait aturan tersebut Kemenaker segera membuat surat edaran yang nantinya diedarkan ke seluruh perusahaan di Indonesia.

"Nanti akan kita buatkan (surat edaran ke perusahaan terkait aturan perusahaan kepada pekerja saat Hari H pemilu)," kata Hanif.




Simak juga video KPU Sebut Ada Pihak Ingin Mendeligitimasi Penyelenggara Pemilu:

[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)