Bibit Samad Riyanto Ajak Kades di Purworejo Perangi Korupsi

Rinto Heksantoro - detikNews
Senin, 25 Mar 2019 16:07 WIB
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Bibit Samad Riyanto, mengajak seluruh kepala desa di Purworejo untuk memerangi korupsi. Selain itu, Bibit juga meminta seluruh pengurus GMPK untuk aktif melakukan pengawasan terkait pengelolaan dan penggunaan Dana Desa (DD).

Hal tersebut disampaikan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu di hadapan ratusan kepala desa, dalam acara seminar pencegahan korupsi yang digelar di Gedung DPRD Purworejo, Senin (25/3/2019). Bibit yang juga Ketua Satgas Dana Desa itu mengatakan, Dana Desa yang setiap tahun turun dianggap rawan dan perlu diawasi bersama-sama.

"Ini contoh, bahwa Dana Desa yang dicairkan setiap tahunnya dengan nilai miliaran rupiah per desa rawan menimbulkan tindakan korupsi dan telah banyak terjadi penyimpangan," kata Bibit.

Dalam kesempatan itu, Bibit juga mengungkapkan keperihatinannya terhadap kondisi Indonesia yang dianggap memiliki budaya korupsi.

"Saya tidak puas dengan kondisi negara ini. Kejahatan korupsi itu seperti gunung es di laut, dari permukaan kecil tapi bagian yang bawah lebih besar lagi. Akan terus ada koruptor baru lagi jika tidak kita cegah. Makanya kami mengajak para kepala desa untuk mencegah dan menangkal korupsi," lanjutnya.

Korupsi sendiri lahir karena adanya beberapa faktor. Bentuk pencegahan korupsi menurut Bibit, bisa dimulai dengan cara yang benar dan jujur dalam pengelolaan DD. Tidak hanya pencegahan dari pihak kepala desa, GMPK dan masyarakat pun diharapkan bisa ikut mengawasi kinerja kepala desa terutama terkait pengeloaan DD.

"Korupsi ada karena beberapa faktor antara lain sistem, moral, penghasilan, pengawasan lemah, dan taat aturan juga lemah. Secara individu orang yang melalukan korupsi karena memiliki ketahanan moral, kemandirian moral yang lemah, dan rasa nasionalisme yang sangat rendah. Oleh karena itu masyarakat harus terlibat untuk merangi korupsi tidak hanya aparat penegak hukum saja karena koruptor kuat dan banyak duitnya," papar Bibit.

Agar pencegahan bisa bergerak massive, Bibit pun mengharapkan agar seluruh pengurus dan anggota GMPK benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Masyarakat yang sadar akan bahaya korupsi juga diharapkan untuk bisa bergabung dengan GMPK untuk bersama-sama memerangi korupsi di segala lini.

"Saya harap GMPK bisa terus bergerak untuk memerangi korupsi. Ajak juga teman-teman yang lain untuk gabung dalam GMPK. Awasi kerawanan korupsi, awasi segala pemilihan baik pilkades dan pemilu lainnya. Jangan pilih penjahat jadi pejabat. Mari bangun negeri ini bersama masyarakat," pungkas Bibit.
(bgk/bgs)