Pemkab Bantul Segera Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 20 Mar 2019 19:34 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul segera merelokasi rumah warga yang terdampak tanah longsor. Saat ini ada beberapa warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Untuk (warga) yang tinggal di sekitar lokasi tanah longsor memang sudah kami sarankan mengungsi, karena kondisi tanah masih rentan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (20/3/2019) malam.

Selain menyarankan warga untuk mengungsi, BPBD juga berniat untuk merelokasi warga yang tinggal di lokasi rawan tanah longsor seperti Dusun Kedung Buweng, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. Namun Dwi belum bisa memastikan kapan relokasi tersebut akan dilaksanakan.

"Kalau mereka (warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor) bersedia pindah ya kita pindah, karena kalau tinggal di situ kan malah berisiko tinggi. Tapi ya tetap harus rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan di mana tempat relokasinya," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bantul, Suharsono menyebut bahwa ia telah berkoordinasi dengan dinas terkait seperri Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinas PUPKP) Kabupaten Bantul untuk melakukan relokasi. Hal itu dikarenakan proses relokasi tidak bisa dilakukan secara instan.

"(Untuk relokasi) nanti kita bicarakan sama-sama dengan instansi terkait, karena kadang kan ada yang sudah lama tinggal di situ terus kalau diminta pindah susah. Yang jelas, pertama itu kita koordinasi dengan penghuni rumah (yang berada di lokasi tanah longsor) dulu," ujarnya saat ditemui di kompleks makam raja-raja Mataram di Dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (20/3/2019).
Pemkab Bantul Segera Relokasi Rumah Warga Terdampak LongsorFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Suharsono menambahkan, pasca dihentikannya operasi pencarian, Pemkab Bantul tetap akan memberi bantuan logistik dan psikologis kepada para korban yang terdampak banjir serta tanah longsor.

"Bantuan tetap kita berikan, seperti logistik dan psikologis agar dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak (banjir dan tanah longsor di Bantul)," pungkasnya.

Sementara itu Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selain pertolongan pertama dan penyelematan pada saat kejadian juga mengerahkan personel untuk membantu membersihkan jalan, rumah dan sumur warga yang terdampak serta pelayanan kesehatan keliling.

Hingga 19 Maret 2019, PMIDIY telah mengerahkan 234 personel, 3 perahu karet, 1 truk tangki, 15 ambulans, kendaraan 4x4 sebanyak 14 mobil, kendaraan operasional 10 unit. Selanjutnya mendistribusikan 100 selimut, terpaulin 27 lembar dan alat-alat kebersihan menyusul dampak hujan deras dan angin kencang yang melanda DIY pada 17 Maret 2019 lalu.

"PMI telah mengerahkan tim kesehatan melayani masyarakat terdampak di kecamatan Kretek Bantul dan Panjatan Kulon Progo sebanyak 166 orang", tutur Arif Rianto Budi Nugroho, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY.

"Hari ini personel PMI masih bergotong royong untuk mengondisikan daerah terdampak parah juga memperbaiki pipa seperti di Wunut Imogiri," tambah Arif

Hal senada juga diungkapkan Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan PMI masih akan melakukan pelayanan kesehatan berupa mobile clinic, membantu masyarakat untuk membersihkan lingkungan terdampak, mendistribusikan alat kebersihan, dapur umum untuk relawan PMI dan pembersihan sumur.
(bgk/bgs)