Perempuan Klaten yang Ditangkap Densus 88 Meninggal di RS Polri

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 20 Mar 2019 10:55 WIB
Foto: Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Klaten - Terduga teroris perempuan berinisial YW yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Klaten, 14 Maret 2019 lalu meninggal dunia. Dia meninggal 4 hari pascapenangkapan.

Hal tersebut disampaikan Ketua RW 2, Dusun Desan Wetan, Desa Joton, Jogonalan, Klaten, Mujiono. Dia bersama ketua RT setempat menjadi saksi yang melihat kondisi Y setelah meninggal.

"Meninggalnya Senin (18/3) siang, sorenya saya bersama Pak RT diajak polisi ke Jakarta. Dulu memang sudah dikasih tahu, sewaktu-waktu akan menjadi saksi. Tapi saya tidak tahu kalau meninggal," kata Mujiono, Rabu (20/3/2019).


Setelah sampai di Jakarta, Mujiono baru diberi tahu bahwa YW telah meninggal di RS Polri Kramat Jati. YW meninggal karena sakit pada bagian lambung.

Dari pihak keluarga memang membenarkan bahwa YW memiliki riwayat penyakit tersebut. Bahkan sebelum ditangkap Densus 88, YW sempat mengalami muntah-muntah di rumah orang tuanya di Klaten.

"Katanya sebelumnya di Jakarta sudah operasi karena pembengkakan lambung, harusnya kontrol tapi dia tidak kontrol. Waktu di Klaten, dia muntah-muntah kalau makan," ujarnya.


Suami YW yang merupakan warga Tangerang, Iwan, juga ikut menyaksikan kondisi istrinya yang telah meninggal. Mereka lalu bersama-sama kembali ke Klaten untuk mengabarkan hal itu kepada pihak keluarga.

"Pemakaman dilakukan di Tanah Kusir hari Selasa. Dimakamkan di sana karena khawatir kalau ditolak di sini karena diduga teroris. Padahal sebenarnya di kampung sini tidak masalah," pungkasnya. (bai/mbr)