RSUD Gunungkidul Siapkan Layanan Khusus untuk Para Caleg Gagal

Muchus Budi R., Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 13 Mar 2019 18:18 WIB
Ilustrasi depresi (Foto: Getty Images)
Ilustrasi depresi (Foto: Getty Images)
Gunungkidul - Gagal terpilih menjadi dalam Pemilu, bisa memicu caleg terhinggapi depresi. Karena itu, RSUD Wonosari di Gunungkidul, DIY, telah menyiapkan layanan khusus kepada caleg-caleg yang gagal terpilih dalam Pemilu.

Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, menuturkan, potensi depresi sebetulnya dapat dialami oleh semua orang. Mengingat salah satu pemicu depresi ialah adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan.

Seperti halnya kompetisi para caleg dalam memperebutkan kursi anggota legislatif. Setiap caleg pasti menaruh harapan dapat meraup suara terbanyak dan menang dalam Pemilu bulan April mendatang.

Padahal, bukan tidak mungkin para caleg tersebut akan menemui kegagalan dengan tidak terpilihnya menjadi anggota legislatif. Bahkan, karena merasa harapannya tidak terwujud membuat yang bersangkutan mengalami depresi.


Karena itu, RSUD Wonosari siap membantu pemulihan caleg yang mengalami depresi dengan memberikan layanan atau konsultasi melalui poli jiwa.

"Yang jelas kami siapkan ya, seperti menambah ruangan dan jam khusus untuk layanan (poli jiwa). Tapi untuk teknisnya akan kami konsultasikan dulu dengan manajemen RSUD," ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Ida melanjutkan, bahwa para caleg yang mengalami depresi pasca Pemilu tidak perlu malu untuk konsultasi ke poli jiwa. Karena menurut Ida, apabila merasa malu malah akan berdampak pada kesehatan, bahkan kejiwaan para caleg.

"Silakan konsultasi, kami akan menjamin kerahasiaan identitas yang bersangkutan (caleg yang depresi karena gagal terpilih dalam Pemilu). Karena kalau depresi dibiarkan akan semakin parah dan bisa mengganggu kesehatan jiwa," ujarnya.


Ida menambahkan, untuk proses pemulihan seorang pasien yang mengalami depresi sendiri memerlukan waktu. Mengingat kondisi fisik dan psikis pasien mempengaruhi proses penyembuhan.

"Biasanya bervariasi ya waktu yang dibutuhkan, karena untuk mengatasi depresi sendiri sangat tergantung pada kondisi masing-masing pasien," pungkasnya. (/mbr)