Hari Jadi Menara Kudus, Air dari 50 Sendang Akan Dikumpulkan

Akrom Hazami - detikNews
Selasa, 12 Mar 2019 16:02 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Panitia Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus akan mengumpulkan air dari 50 sendang atau mbelik yang ada di Kabupaten Kudus. Nantinya air akan dicampur. Kemudian dibagikan kepada warga.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu acara menyambut hari jadi Menara Kudus yang jatuh pada tiap 19 Rajab atau tahun ini jatuh pada 25 Maret 2019.

Abdul Jalil, perwakilan panitia acara menjelaskan pihaknya akan mengumpulkan air dari 50 sendang yang ada di Kudus.

"Ada 50 sendang yang sampai saat ini masih keluar airnya. Nantinya air akan dikumpulkan menjadi satu," kata Jalil kepada wartawan di kantor Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Selasa (12/3/2019).

Sendang atau mbelik tersebut berada di wilayah Kabupaten Kudus atau tersebar di seluruh wilayah Kota Kretek. Di antaranya Sendang Widodari di Menawan Gebog, Sendang Jodo di Bae, dan lainnya.

Sebenarnya, kata dia, ada lagi sendang lain, tapi dengan berbagai alasan, akhirnya panitia memutuskan hanya 50 sendang. Di antara sendang yang tidak diikutkan yaitu di Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara dan sendang di kelenteng.

"Di atas artefak menara dan ajaran-ajaran Sunan Kudus yang membentuk keberagamaan toleransi di Kota Kudus, ada sebuah simbol yang menjadi sangat penting untuk digali lebih dalam maknanya. Simbol tersebut adalah banyu panguripan (Air Penghidupan) yang disebut dengan mbelik," katanya.

"Banyu, sebagaimana yang ada dalam setiap term kebudayaan, agama, maupun sains merupakan sebuah simbol untuk menggambarkan kehidupan. Bahkan di dalam Al-Quran (Q.S. Fussilat; 39) disebutkan bahwa bumi yang kering dan tandus jika disiram oleh air maka akan menjadi hidup," tambahnya.

Menurutnya, air merupakan sebuah instrumen untuk menghidupkan segala sesuatu yang mati atau menyegarkan sesuatu yang kering. Instrumen inilah yang menjadi simbol penghubung antara manusia dan Tuhan. Air juga digunakan untuk membasahi jiwa-jiwa dari kekeringan iman.

Ketua YM3SK M Nadjib Hasan mengatakan pihaknya mencoba melestarikan sejarah Menara Kudus.

"Jelas 19 Rajab. Setiap 19 Rajab diadakan peringatan. Tahun ini kita tingkatkan lagi peringatannya, fakta banyu tajug (Menara) untuk jujugan wong akeh. Nah biar kita tidak egois, selain tajug, banyak juga banyu lain. Yang punya kekhasiatanlah. Kita rangkum semua" kata dia.
(bgk/bgs)