Hadiri Tawur Kesanga di Prambanan, Menag Ajak Wujudkan Pemilu Damai

Ristu Hanafi - detikNews
Rabu, 06 Mar 2019 11:24 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Hindu turut serta mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai. Ajakan Lukman disampaikan saat menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga jelang Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941 (2019) di kompleks Candi Prambanan.

"Terima kasih karena umat Hindu melalui refleksi mendalam, sangat peka dengan situasi dan kondisi bangsa yang mengalami banyak ujian di tahun politik. Kepekaan itu digaungkan secara masif dalam perayaan Hari Suci Nyepi bertema sentral Melalui Catur Berata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019," kata Lukman saat memberikan sambutannya, Rabu (6/3/2019).

"Tema ini bukan sekadar jargon, tapi penting dan strategis membuat Pemilu yang damai, juga tepat untuk pengingat bagi semua, agar Pemilu berlangsung aman dan damai," sambungnya.

Lukman melanjutkan, dalam perspektif Kementerian Agama memperkokoh kebersamaan umat beragama, tema sentral itu juga mengandung pesan agar masyarakat Indonesia tidak lelah menjaga kerukunan.

Tawur Kesanga di kompleks Candi Prambanan. Tawur Kesanga di kompleks Candi Prambanan. Foto: Ristu Hanafi/detikcom

Sebagai bangsa besar dengan kultur keanekaragaman yang telah hidup berabad abad lamanya, kata Lukman, sudah seharusnya menginternalisasikan semboyan emas Bhinneka Tunggal Ika di kehidupan.

"Penting saya sampaikan, karena di tahun politik suasana kehidupan berbangsa dan bernegara sedang mulai menghangat. Jangan sampai Pemilu yang harusnya menggembirakan kita semua, menjadi kontestasi yang justru membuat kita intoleran dan terpecah-pecah," ujarnya.


Kepada wartawan seusai acara, Lukman kembali menegaskan pentingnya seluruh umat di Indonesia menjaga kedamaian.

Tawur Kesanga di kompleks Candi Prambanan. Tawur Kesanga di kompleks Candi Prambanan. Foto: Ristu Hanafi/detikcom

"Tawur Agung Kesanga satu hari menjelang Hari Suci Nyepi momentum untuk introspeksi dan mawas diri agar kita mengenal kepada Sang Pencipta kita dalam menjalani aktivitas ke depannya. Dan momentum menghadapi pesta demokrasi 17 April nanti, harapan kita meski kita memiliki perbedaan pilihan karena opsi-opsi yang ada, baik capres, cawapres, calon anggota legislatif, tapi kita harus diikat kesamaan pandangan bahwa hakikatnya kita ini satu keluarga besar satu bangsa," papar Lukman.

"Sehingga perbedaan itu jangan sampai kemudian membuat kita terpecah-belah, terkotak-kotak. Wujudkan Pemilu yang damai, menjaga kerukunan kedamaian," imbuhnya. (sip/sip)