DetikNews
Selasa 05 Maret 2019, 12:27 WIB

Ngaku Kepepet, Sopir Taksi Online di Brebes Rampas Uang

Imam Suripto - detikNews
Ngaku Kepepet, Sopir Taksi Online di Brebes Rampas Uang Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Seorang pengemudi taksi online di Brebes, Jawa Tengah ditangkap polisi. Pelaku telah melakukan perampasan terhadap dua orang wanita. Uang tunai dan perhiasan berhasil disikat pelaku.

Sopir taksi online yang ditangkap adalah Ari Prabowo (32), warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Ia ditangkap usai merampas terhadap dua orang teman wanita kenalannya melalui aplikasi chat Tantan.

Kedua korban yaitu Nur Fauzah, warga Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, dan Eka Purnamasari, warga Kedunguter, Kecamatan Brebes. Dari kedua korban, Ari berhasil merampas uang Rp 20 juta, handphone dan perhiasan emas senilai Rp 9 juta.

"Pelaku merupakan sopir taksi online. Kami menerima laporan, kemudian anggota melakukan penyelidikan. Pelaku kami temukan dan ditangkap di depan pusat perbelanjaan di Kota Tegal," kata Kasatreskrim Polres Brebes, Arwansah, Selasa (5/3/2019).

Modus yang dipakai pelaku adalah dengan mencari korban melalui aplikasi chat Tantan. Setelah berkenalan, korban diajak jalan-jalan menggunakan mobil pelaku yang dipakai sebagai taksi online. Namun ditengah perjalanan, pelaku menghentikan mobil dan beralasan ada masalah sama ban mobil.

Pelaku kemudian meminta korban untuk turun terlebih dahulu dari mobilnya. Setelah turun, pelaku langsung pergi meninggalkan korban begitu saja dan membawa lari tas korban yang berisi uang dan barang berharga lainnya.

"Korban Nur Fauzah, diturunkan di tepi jalan tol Brebes Barat. Sedangkan korban Eka Purnamasari diturunkan di SPBU di jalan Pantura Bulakamba," jelas Kasat Reskrim.

Ari mengaku dari tangan Eka berhasil menggondol uang Rp 15 juta dan sebuah handphone. Sedangkan dari Nur Faizah, Ari berhasil menggondol tas yang berisi uang Rp 5 juta, handphone dan perhiasan emas senilai Rp 9 juta.

Saat dimintai keterangan, Ari Prabowo mengaku terpaksa melakukan perbuatannya karena terlilit hutang dan angsuran mobil yang harus dibayar tiap bulannya. Penghasilannya sebagai sopir taksi online, menurutnya tak mencukupi untuk mengangsur cicilan.

"Terpaksa (melakukan perbuatan ini). Penghasilan dari taksi online tak cukup buat bayar hutang dan cicilan," katanya Ari.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed