DetikNews
Selasa 26 Februari 2019, 15:36 WIB

Pelapor Pertanyakan Mekanisme Penghentian Kasus Ketum PA 212

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Pelapor Pertanyakan Mekanisme Penghentian Kasus Ketum PA 212 Her Suprabu (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Kepolisian tidak melanjutkan kasus Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif. Kasus dugaan pelanggaran pemilu ini dihentikan karena tidak adanya kelengkapan bukti yang menyatakan Slamet bersalah.

Pelapor kasus dugaan pelanggaran Pemilu tersebut, Her Suprabu, mempertanyakan mekanisme penghentian kasus tersebut. Sebab sebelumnya tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) sepakat menyebut ada pelanggaran pidana Pemilu.

"Sebenarnya kan sudah ada rekomendasi dari Gakkumdu hingga ditetapkan tersangka. Dan ada catatan bahwa dapat in absentia, jadi terlapor tidak perlu hadir," kata Her, Selasa (26/2/2019).


Dia mengaku masih belum menerima surat resmi dari kepolisian terkait alasan diberhentikannya kasus ini. Her yang merupakan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Surakarta juga belum bisa memberikan sikap.

"Saat dimulai penyidikan dan ditetapkan tersangka, saya menerima surat. Tapi saat dihentikan ini belum," katanya.

"Saya baru baca dari media, ada yang mengatakan kasus sudah kadaluwarsa karena melebihi batasan waktu 14 hari penyidikan," ujar dia.


Slamet Ma'arif memang mangkir waktu dipanggil dalam penyidikan sebagai tersangka. Hingga tenggat waktu habis, Slamet sama sekali belum pernah diperiksa sebagai tersangka.

"Memang pidana Pemilu ini ada batasan waktunya. Kalau mangkir, mangkir, mangkir, sampai waktu habis kan jadi preseden buruk nantinya," kata Her.

"Kami tetap menunggu surat resmi dari kepolisian, apakah ini statusnya SP3 atau apa kan ada mekanismenya. Kami berharap kepolisian tetap profesional dalam bersikap," tutupnya.


Diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menyebut tiga alasan yang menjadi dasar dihentikannya penyidikan kasus ini. Pertama, adanya perbedaan antara ahli pidana pemilu dan KPUD Surakarta dalam menafsirkan makna kampanye.

Kedua, unsur mens rea atau niat pelaku belum bisa dibuktikan karena tersangka tidak menghadiri penyidikan hingga batas waktu habis. Ketiga, penghentian merupakan kesepakatan oleh unsur-unsur Sentra Gakkumdu Surakarta dalam rapat.


Saksikan juga video 'Bawaslu Serahkan Penetapan Tersangka Ketua PA 212 ke Polisi':

[Gambas:Video 20detik]


(bai/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed