Monumen Serangan Umum 1 Maret Dirusak, Pemkot Yogya Akan Lakukan Ini

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 20 Feb 2019 12:44 WIB
Monumen Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta yang dirusak. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta menyayangkan adanya aksi vandalisme yang menyasar relief di Monumen Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949. Padahal monumen yang berada di timur laut Titik Nol KM Yogyakarta ini sarat dengan nilai sejarah.

"Sangat disayangkan, kita masih melihat beberapa perusakan fasilitas-fasilitas publik yang ada di Kota Yogyakarta," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat dihubungi wartawan, Rabu (20/2/2019).

Heroe mengatakan, sebenarnya banyak nilai yang bisa diwariskan ke generasi muda melalui monumen SU 1 Maret. Apalagi monumen ini merupakan tempat bersejarah bagi republik dalam insiden agresi militer Belanda Ke-II.


"Karena pentingnya monumen ini, mari kita semuanya saling menjaga, ini kewajiban kita untuk menjaga fasilitas (publik). Siapapun kita yang ada di Kota Yogyakarta, siapapun yang datang di Kota Yogyakarta mari kita jaga," tuturnya.

Setelah ini, lanjut Heroe, Pemkot Yogyakarta akan mencoba berkoordinasi dengan pengelola Benteng Vredeburg selaku penanggungjawab Monumen SU 1 Maret 1949. Sebab, Pemkot tak memiliki kewenangan mengurusi monumen ini.


"Kebetulan ini (monumen) Serangan Umumnya berada di wilayah Benteng Vredeburg ya. Benteng Vredeburg ini sebenarnya berada di bawah kepengelolaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar politikus PAN Yogyakarta ini.

"Sepertinya perlu ada koordinasi lebih lanjut. Karena lebih baik ada sesuatu koordinasi (antara Pemkot dengan pengelola museum) sehingga semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Karena di monumen ini semua orang bisa masuk," tutupnya. (ush/sip)